• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik

Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 21:38:56 WIB
Cetak
Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik
Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)/SM News.com

BEDELAU.COM --Perdagangan valuta asing kembali memerah untuk rupiah saat dolar AS makin garang, Senin, 25 Mei 2026. Mata uang Garuda ditutup melemah 27 poin menuju Rp17.744 per dolar AS setelah sepanjang hari bergerak liar. Situasi ini langsung membuat pasar ramai, perbankan menaikkan kurs jual dolar, sementara investor mulai gelisah melihat tekanan belum juga reda.

Di tengah mata uang Asia yang justru menghijau, rupiah tampak sendirian seperti kapal bocor di tengah badai. Baht Thailand menguat tajam, peso Filipina melesat, ringgit Malaysia ikut perkasa, sementara rupiah malah makin tertekan. Kondisi tersebut membuat pasar mulai bertanya apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan ekonomi domestik.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terbesar datang dari Amerika Serikat yang kembali memainkan isu suku bunga tinggi. Salah satu gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan jika inflasi kembali naik.

Pernyataan itu langsung membuat investor global buru-buru masuk ke aset dolar AS. “Kalau inflasi AS naik lagi, mereka tidak akan ragu menaikkan suku bunga,” ujar Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Pasar langsung membaca sinyal tersebut sebagai ancaman serius bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Dolar AS kembali diburu investor karena dianggap lebih aman menghadapi ketidakpastian global. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah makin deras sejak pagi perdagangan dibuka.

Padahal, pagi tadi rupiah sempat memberi harapan kecil kepada pasar. Mata uang Garuda sempat menguat menuju Rp17.696 per dolar AS sebelum akhirnya terpeleset tajam siang hari. Tekanan jual terus datang hingga rupiah sempat menyentuh Rp17.760 sebelum ditutup sedikit lebih baik pada sore perdagangan.

Situasi makin terasa aneh karena mayoritas mata uang Asia justru sedang menikmati angin segar. Baht Thailand menguat 0,50 persen, rupee India naik 0,39 persen, sementara ringgit Malaysia ikut terapresiasi. Bahkan yuan China dan won Korea Selatan juga berhasil menekan dolar AS pada perdagangan hari ini.

Rupiah malah tampil seperti pemain yang tertinggal sendirian di lintasan. Banyak analis melihat tekanan domestik sebagai penyebab utama mengapa rupiah gagal ikut menikmati sentimen positif global. Salah satu sorotan terbesar datang dari defisit transaksi berjalan Indonesia yang kembali membengkak.

Data Bank Indonesia menunjukkan defisit transaksi berjalan kuartal pertama 2026 mencapai US$4 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam enam tahun terakhir. Kondisi itu membuat kebutuhan dolar AS di dalam negeri makin tinggi dibandingkan dengan pasokan yang tersedia.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai investor mulai khawatir terhadap kondisi eksternal Indonesia. Selain defisit transaksi berjalan, pasar juga mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia dalam waktu dekat.

Situasi tersebut membuat investor memilih menunggu sambil mengurangi risiko. “Investor masih menghindari obligasi Indonesia karena tekanan global dan domestik,” ujar Lukman Leong, Senin, 25 Mei 2026.

Bank Indonesia sebenarnya sudah bergerak cukup agresif menjaga stabilitas rupiah. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bank sentral telah melakukan berbagai intervensi pasar. Mulai dari stabilisasi pasar uang hingga pembatasan pembelian dolar tanpa dokumen pendukung.

Namun, tekanan global rupanya terlalu besar untuk ditahan sendirian. BI akhirnya menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen demi membuat instrumen rupiah kembali menarik. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

“Kenaikan BI Rate dilakukan karena situasi global higher for longer,” kata Destry Damayanti dalam konferensi ekonomi di Jakarta. 

Meski suku bunga naik, rupiah tetap belum mampu bernapas lega. Investor asing masih melihat risiko global terlalu tinggi, terutama setelah pasar mulai memperkirakan The Fed mempertahankan bunga tinggi hingga akhir 2026. Situasi tersebut membuat dana asing memilih untuk parkir di aset dolar AS.

Di sisi lain, pasar sebenarnya sempat mendapat kabar baik dari Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran dikabarkan hampir mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz. Harapan perdamaian membuat harga minyak dunia turun dan memicu optimisme pasar global.

Namun, Ibrahim Assuaibi melihat peluang kesepakatan tersebut belum tentu berjalan mulus. Masalah uranium Iran dan dana lama yang dibekukan masih menjadi penghambat serius. Jika negosiasi gagal, pasar global bisa kembali diguncang ketidakpastian baru. “Perdamaian ini kemungkinan masih bisa gagal total,” ujar Ibrahim Assuaibi.

Kondisi rupiah yang melemah juga langsung terasa di bank-bank besar nasional. Kurs jual dolar AS terus naik mengikuti tekanan pasar spot. Di Bank BRI, kurs jual dolar mencapai Rp17.870, sementara Bank Mandiri menyentuh Rp17.810.

BNI menjual dolar di kisaran Rp17.800, sedangkan BCA berada pada level Rp17.740. Angka tersebut membuat masyarakat mulai kembali menghitung biaya perjalanan luar negeri, cicilan impor, hingga kebutuhan pendidikan internasional. Dolar mahal selalu punya efek domino panjang pada banyak sektor.

Tekanan rupiah kali ini bahkan disebut sebagai salah satu yang paling menyedihkan sepanjang tahun. Banyak pelaku pasar mulai khawatir rupiah bisa mendekati Rp17.800 per dolar AS dalam waktu dekat. Jika sentimen global belum membaik, level psikologis baru kemungkinan akan diuji pasar.

Analis juga melihat pelemahan rupiah tidak lagi sekadar faktor global. Pasar mulai mencermati kondisi fiskal domestik, defisit anggaran, hingga arus modal asing yang mulai keluar perlahan. Kombinasi itu membuat rupiah seperti terus berjalan di atas jalan licin.

Meski begitu, sebagian ekonom masih melihat peluang pemulihan tetap terbuka. Penurunan harga minyak dunia dapat membantu mengurangi tekanan impor energi Indonesia. Selain itu, stabilisasi pasar obligasi juga diharapkan mampu menarik kembali minat investor asing.

Untuk sementara, pasar masih menunggu data ekonomi Amerika Serikat beberapa hari ke depan. Data inflasi, produk domestik bruto, hingga pengeluaran konsumsi pribadi akan menjadi penentu arah suku bunga The Fed selanjutnya. Jika data panas kembali muncul, tekanan terhadap rupiah kemungkinan makin berat.

Kini mata uang Garuda sedang berada dalam fase paling rapuh. Setiap komentar pejabat Federal Reserve langsung mengguncang pasar domestik. Sementara investor terus mengawasi apakah Bank Indonesia mampu menjaga rupiah tetap bertahan di tengah tekanan global yang makin brutal.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Sumatera Gelap Total, Bareskrim Polri Bongkar Fakta Mengejutkan

Senin, 25 Mei 2026 - 21:36:31 WIB

BEDELAU.COM --Listrik padam massal di Sumatera akhir.

Nasional

PLN Klaim Listrik 1,5 Juta Pelanggan di Riau Sudah Pulih, Menko AHY Tunggu Investigasi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:25:43 WIB

BEDELAU.COM --PT PLN Persero Unit Induk Distribusi R.

Nasional

Rupiah Melemah Gila-Gilaan, Investor Asing Mulai Tinggalkan Indonesia

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:17:24 WIB

BEDELAU.COM --Rupiah akhirnya tembus Rp17.700 per do.

Nasional

Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Rudal Meteor, Langit Asia Tenggara Mendadak Tegang

Senin, 18 Mei 2026 - 19:41:59 WIB

BEDELAU,COM --Presiden Prabowo Subianto mengguncang .

Nasional

Ada Rp 406 Triliun Belum Dilaporkan, DJP Buru Harta Tersembunyi Peserta Tax Amnesty

Ahad, 17 Mei 2026 - 19:30:03 WIB

BEDELAU.COM -- Direktorat Jenderal .

Nasional

Larshen Yunus: "MAPI Diakuisisi Perusahaan Singapura Nilainya Rp.11,8 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:13:02 WIB

JAKARTA,BEDELAU.COM -- Praktisi Hukum dan Kebijakan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik
25 Mei 2026
Sumatera Gelap Total, Bareskrim Polri Bongkar Fakta Mengejutkan
25 Mei 2026
Korban Diikat dalam Mobil, Tiga Pembunuh Supir Ekspedisi Ditangkap Polresta Pekanbaru
25 Mei 2026
Pemko Pekanbaru Segera Lantik Serentak Ketua RT dan RW Terpilih
25 Mei 2026
Polres Dumai Pecat Dua Polisi, Terlibat Narkoba dan Tak Masuk Kerja
25 Mei 2026
Kejari Meranti Pulihkan Kerugian Negara Rp663 Juta dari Korupsi Bibit Kopi Liberika
25 Mei 2026
Kado HUT Ke-242 Pekanbaru, Warga Dapat Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik
25 Mei 2026
Dihadang Ratusan Massa Saat Pemetaan, Pekerja PT Agrinas Merasa Diintimidasi
24 Mei 2026
Wako Sebut Kepercayaan Warga terhadap TRC Pekanbaru Aman 112 Meningkat
24 Mei 2026
Gagal Gelapkan MinyaKita 20 ton, Sopir Truk Dihabisi Secara Sadis di Pekanbaru
24 Mei 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS RIAU GELAR WORKSHOP ECOPRINT & OSHIBANA
  • 2 Pekanbaru Siaga Total! Polisi Kepung Titik Macet Saat Long Weekend Mei 2026
  • 3 Posisi dan Peran DANANTARA Jadi Tanda Tanya Pasca Lesunya Kondisi Ekonomi Secara Nasional
  • 4 BPDP Umumkan 42 Lembaga Pendidikan Penyelenggara Beasiswa Sawit 2026, 5 Kampus di Riau
  • 5 Setahun Kesepakatan DIR, Perjuangan Riau Istimewa Terus Berlanjut
  • 6 Doktrin Maut Guru Harus Diikuti, Santriwati Jadi Korban Kebejatan Kyai Ashari Berulang Kali!
  • 7 Beasiswa Mahasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved