Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Cerita Jokowi Tak Pernah Tempelkan HP di Telinga Selama Pandemi
BEDELAU.COM --Asisten ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi), AKP Syarif Muhammad Fitriansyah, membagikan kebiasaan Jokowi selama pandemi COVID-19. Jokowi disebut tidak pernah menempelkan ponsel di telinga. Apa alasannya?
Cerita itu dibagikan AKP Syarif lewat akun Instagram-nya seperti dilihat, Sabtu (8/5/2021). AKP Syarif mengunggah foto saat dirinya memang ponsel di dekat Jokowi yang tampak sedang menelepon.
Momen itu terjadi kala Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur. Jokowi saat itu menerima keluhan dari nelayan dan langsung menelepon Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
"Saat bertemu nelayan di Lamongan, Presiden @jokowi menanyakan masalah apa yang dihadapi. Salah seorang nelayan menyampaikan masalah yang terkait dengan Kementerian PUPR. Tanpa ragu, Presiden langsung meminta saya untuk menelepon Menteri PUPR. "Dua bulan lagi akan dikerjakan ya," ucap Presiden kepada nelayan usai menelepon Menteri PUPR," ujar AKP Syarif. Ejaan cuitan AKP Syarif ini telah disesuaikan.
"Oh ya, di masa pandemi ini, Presiden tidak pernah menempelkan HP di telinga, karena sesuai dengan protokol kesehatan," imbuh AKP Syarif.
Jokowi sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (6/5). Salah satu lokasi yang dia datangi adalah Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berada di Lamongan, Jawa Timur.
"Pagi hari ini saya dengan Pak Menteri juga ada Ibu Gubernur, Pak Bupati Lamongan datang ke TPI Brondong Kabupaten Lamongan. Intinya, saya ingin melihat secara langsung keadaan dan situasi nelayan selama pandemi," kata Jokowi dalam video yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengaku ingin melihat keadaan nelayan di masa pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir ini. Menurutnya nelayan di Brondong masih dalam keadaan normal.
"Tadi disampaikan oleh beliau Pak Agus, bahwa kondisi nelayan di sini tidak ada masalah. Dan bisa melaut seperti biasanya, normal. Hasilnya juga normal," ucapnya.
Meski begitu, Jokowi mendapatkan beberapa keluhan dari nelayan setempat. Mereka mengeluh terjadinya pendangkalan di pelabuhan yang menjadi halangan buat mereka.
"Tadi ada keluhan mengenai pendangkalan di pelabuhan, di dua lokasi yang dimintakan untuk dikeruk dan saya sudah sampaikan. Nanti 2-3 bulan segera dilakukan pengerukan, termasuk lampu haluan untuk minta ditinggikan. Diperbaiki juga. Sudah saya sanggupi," tuturnya.
Sumber: [detik.com]
BERITA LAINNYA +INDEKS
Subuh Jumat Berkah di Masjid Baitussattar, Dr. Mohammad Naim dari Pakistan Sampaikan Kultum Inspiratif
BEDELAU.COM, Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan.
Pemerintah Terapkan Ekspor Satu Pintu, Dunia Usaha Diberi Waktu Adaptasi
BEDELAU.COM --Pemerintah resmi memberlakukan a.
Mulai Besok Berlaku, Skema Ekspor Satu Pintu Bikin Industri CPO dan Batubara Deg-degan
BEDELAU.COM --Ekspor batu bara, minyak sawit mentah .
Rupiah Tersungkur Sendirian, Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.800 Bikin Pasar Panik
BEDELAU.COM --Perdagangan valuta asing kembali memer.
Sumatera Gelap Total, Bareskrim Polri Bongkar Fakta Mengejutkan
BEDELAU.COM --Listrik padam massal di Sumatera akhir.
PLN Klaim Listrik 1,5 Juta Pelanggan di Riau Sudah Pulih, Menko AHY Tunggu Investigasi
BEDELAU.COM --PT PLN Persero Unit Induk Distribusi R.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








