• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Pendidikan

60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Ogah Daftar Ulang

Redaksi

Sabtu, 04 Juli 2026 23:26:36 WIB
Cetak
60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Ogah Daftar Ulang
Ilustrasi dan infografis 60 ribu lebih calon mahasiswa PTN tidak daftar ulang. Foto: SM News/Created by AI

BEDELAU.COM --Puluhan ribu lebih bangku perguruan tinggi negeri terancam kosong setelah 60 ribu calon mahasiswa tidak melakukan registrasi ulang. Pemerintah kini meminta seluruh kampus negeri bergerak cepat menelusuri penyebab di balik fenomena tersebut. Fokus utama diarahkan kepada dugaan kendala ekonomi yang menghambat calon mahasiswa melanjutkan pendidikan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menilai persoalan itu tidak boleh dianggap sekadar angka statistik. Setiap calon mahasiswa memiliki cerita berbeda yang harus dipahami kampus. Negara, menurutnya, wajib memastikan kesempatan belajar tidak berhenti karena persoalan biaya.

Brian menginstruksikan seluruh perguruan tinggi negeri menghubungi calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos. Langkah itu bertujuan mengetahui alasan mereka belum menyelesaikan registrasi ulang. Hasil penelusuran nantinya menjadi dasar penyusunan solusi yang lebih tepat.

"Penelusuran harus menghasilkan gambaran utuh mengenai alasan calon mahasiswa belum melanjutkan registrasi," ujar Brian.

Pemerintah tetap menghormati mahasiswa yang memilih kampus lain. Pemerintah juga menghargai mereka yang menentukan jalur pendidikan berbeda. Namun perhatian khusus diberikan kepada calon mahasiswa yang gagal kuliah karena keterbatasan ekonomi.

Jika penyebab utamanya adalah biaya pendidikan, kampus diminta segera mengevaluasi besaran Uang Kuliah Tunggal. Penyesuaian UKT harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga. Kebijakan tersebut diharapkan membuka kembali peluang melanjutkan pendidikan. "Negara harus hadir ketika biaya menjadi penghalang pendidikan," tegas Brian.

Instruksi itu muncul setelah data penerimaan mahasiswa menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Dari total daya tampung sekitar 627.957 kursi, sebanyak 60.131 calon mahasiswa belum melakukan daftar ulang. Angka tersebut berasal dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa tahun ini.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem penerimaan mahasiswa. Kelulusan seleksi ternyata belum menjamin seseorang benar-benar bisa masuk kuliah. Banyak faktor masih menjadi penghalang setelah pengumuman diterima.

Pemerintah tidak ingin proses seleksi berhenti pada pengumuman kelulusan. Tahapan berikutnya juga harus dipastikan berjalan hingga mahasiswa benar-benar duduk di ruang kuliah. Karena itu, evaluasi menyeluruh mulai dilakukan. "Kami ingin memastikan tidak ada talenta terbaik Indonesia yang berhenti karena kondisi ekonomi," kata Brian.

Selain meninjau UKT, pemerintah meminta kampus memperluas berbagai skema bantuan pendidikan. Beasiswa internal menjadi salah satu solusi yang didorong. Dukungan dari alumni maupun mitra kampus juga diminta diperkuat.

Program work scholarship turut menjadi perhatian pemerintah. Skema tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh bantuan biaya sekaligus pengalaman kerja. Pendekatan itu dinilai mampu mengurangi beban finansial mahasiswa.

Brian menyebut sejumlah perguruan tinggi telah menjalankan pola bantuan tersebut. Kebijakan itu membuktikan akses pendidikan tinggi masih bisa diperluas. Kampus didorong terus berinovasi menghadirkan solusi bagi mahasiswa.

Salah satu contoh datang dari Universitas Mataram. Kampus tersebut menerapkan kelompok UKT yang relatif rendah bagi sebagian besar mahasiswa. Bahkan ratusan mahasiswa memperoleh pembebasan UKT sepenuhnya.

Menurut Brian, kebijakan seperti itu menunjukkan keberpihakan kepada kelompok kurang mampu. Program studi dengan biaya tinggi pun tetap dapat diakses mahasiswa berprestasi. Kesempatan pendidikan tidak boleh bergantung pada isi dompet. "Pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bangsa," ujar Brian.

Pemerintah juga mengapresiasi dukungan sejumlah pemerintah daerah. Beberapa daerah telah mengalokasikan program beasiswa bagi putra-putri daerah. Langkah tersebut membantu memperluas akses pendidikan tinggi.

Kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dinilai semakin penting. Dunia usaha, alumni, serta berbagai mitra pendidikan juga diharapkan terlibat aktif. Sinergi menjadi kunci mengurangi hambatan ekonomi.

Persoalan biaya kuliah memang menjadi perhatian banyak kalangan. Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai UKT terus menjadi sorotan publik. Banyak keluarga berharap sistem pembiayaan semakin berpihak kepada mahasiswa.

Penelusuran calon mahasiswa yang belum registrasi tidak hanya berorientasi pada penyelamatan mahasiswa. Pemerintah juga ingin memperoleh data yang lebih akurat. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi kebijakan nasional.

Hasil evaluasi nantinya dapat digunakan memperbaiki mekanisme penerimaan mahasiswa baru. Sistem informasi kepada calon mahasiswa juga akan diperkuat. Program afirmasi diharapkan semakin tepat sasaran.

Brian menegaskan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya mahasiswa yang lolos seleksi. Keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika mereka mampu menyelesaikan pendidikan. Kesempatan belajar harus dijaga sejak awal. "Jangan sampai semangat belajar berhenti karena persoalan biaya," kata Brian.

Instruksi tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memeriksa mata rantai setelah proses seleksi nasional. Fokusnya bukan lagi sekadar menerima mahasiswa. Fokus berikutnya memastikan mereka benar-benar dapat memulai perkuliahan.

Bagi ribuan calon mahasiswa, kebijakan itu menghadirkan secercah harapan baru. Kampus kini diminta lebih aktif mencari mereka. Sebab, satu bangku kuliah yang kosong bisa berarti satu mimpi besar yang hampir padam.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pendidikan

Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:48:25 WIB

PEKANBARU,BEDELAU.COM --Mahasiswa dan dosen Program .

Pendidikan

Dosen Universitas Lancang Kuning Gelar Penyuluhan Hukum Hak-Hak Pekerja di Rumbai Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:25:44 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unive.

Pendidikan

Dosen Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di PT Victory International Futures

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:20:10 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Pendidikan

2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas dan Beasiswa Sawit

Kamis, 08 Oktober 2026 - 20:23:50 WIB

BEDELAU.COM --Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universi.

Pendidikan

Dosen MH Unilak Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Rumbai Timur tentang Perseroan Perorangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:23:53 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Pendidikan

Janji Prabowo Kuliah Gratis di Kampus Negeri, Jalur Mandiri Dihapus?

Ahad, 27 September 2026 - 22:51:21 WIB

BEDELAU.COM --Jalur mandiri masuk perguruan tinggi d.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved