• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Petani Sawit Riau Soroti Laba Agrinas Rp27,9 Miliar, Minta KPK Lakukan Pemeriksaan

Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 20:12:07 WIB
Cetak
Petani Sawit Riau Soroti Laba Agrinas Rp27,9 Miliar, Minta KPK Lakukan Pemeriksaan
Ilustrasi, foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM --Laba bersih PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) sebesar Rp27,9 miliar pada tahun buku 2025 menuai sorotan dari kalangan petani sawit di Riau. Mereka menilai angka tersebut tidak sebanding dengan luas perkebunan sawit yang dikelola perusahaan pelat merah itu, yakni sekitar 1,7 juta hektare.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, perusahaan surplus Rp2,86 triliun dan laba bersih Rp27,9 miliar dari pengelolaan aset perkebunan sawit yang berasal dari pengambilalihan lahan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Namun, angka tersebut dipertanyakan oleh Abdul Aziz, petani sawit asal Riau yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade). Menurut Aziz, penjelasan yang disampaikan manajemen Agrinas tidak sesuai dengan potensi ekonomi dari luas kebun yang dikelola.

"Pernyataan Dirut Agrinas yang awalnya menyebut laba Rp2,7 miliar, lalu diralat menjadi Rp27,9 miliar, tetap sulit diterima secara logika. Dengan luasan kebun yang mencapai 1,7 juta hektare, angka itu terlalu kecil," kata Aziz, Jumat (10/7/2026).

Aziz mengaku mencoba menggunakan asumsi yang paling konservatif berdasarkan penjelasan manajemen Agrinas bahwa dari total 1,7 juta hektare lahan, sekitar 730 ribu hektare merupakan kebun sawit produktif.

Dengan asumsi setiap hektare hanya menghasilkan keuntungan Rp1 juta per bulan, angka yang menurutnya jauh di bawah kondisi normal, maka potensi pendapatan mencapai sekitar Rp730 miliar setiap bulan atau sekitar Rp4,38 triliun dalam enam bulan pengelolaan pada 2025.

"Itu baru dari hasil kebun sawit. Belum lagi ada 23 pabrik kelapa sawit (PKS) yang juga dikelola Agrinas. Ke mana hasil operasionalnya?" ujar Azis.

Aziz menilai terdapat kejanggalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik. Menurutnya, tujuan pengambilalihan kebun oleh negara adalah meningkatkan penerimaan negara demi kesejahteraan masyarakat.

"Kalau laba hanya Rp27,9 miliar, lalu apa manfaat ekonominya bagi negara maupun masyarakat? Tujuan pengambilalihan aset seharusnya memberikan nilai tambah yang lebih besar," katanya.

Ia juga menilai polemik pengambilalihan lahan tidak akan terjadi apabila pemerintah memilih skema lain, misalnya tetap memberikan hak pengelolaan kepada pemilik sebelumnya dengan mekanisme penerimaan negara dari hasil produksi.

Selain itu, Aziz mempertanyakan perubahan status lahan yang sebelumnya berada dalam kawasan hutan, tetapi kemudian dapat dikelola oleh Agrinas.

"Kalau Agrinas bisa mengelola hingga nantinya memperoleh HGU, mengapa mekanisme yang sama tidak dapat diberikan kepada pihak swasta yang memenuhi persyaratan?" ujarnya.

Atas dasar itu, Aziz meminta pemerintah mengevaluasi pengelolaan perkebunan sawit sitaan oleh Agrinas. Ia bahkan mengusulkan agar pengelolaan dialihkan kepada PT PalmCo yang dinilai memiliki pengalaman lebih panjang di sektor perkebunan.

"PalmCo mengelola lahan yang lebih kecil, tetapi mampu membukukan laba hingga sekitar Rp7 triliun pada 2025. Ini menunjukkan pengelolaan yang lebih efektif," katanya.

Aziz juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan perkebunan sawit yang berada di bawah Agrinas.

"Kami berharap KPK melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan petani sawit asal Kabupaten Siak, Katimin. Menurut dia, berdasarkan pengalaman di lapangan, angka laba yang diumumkan Agrinas tidak mencerminkan potensi produksi kebun sawit yang dikelola.

Katimin memperkirakan satu hektare kebun sawit yang minim perawatan masih mampu menghasilkan sekitar 500 kilogram tandan buah segar (TBS) setiap kali panen. Dengan frekuensi panen tiga kali dalam sebulan, produksi dapat mencapai sekitar 1,5 ton TBS per hektare.

Menggunakan asumsi harga TBS sekitar Rp2.000 per kilogram, pendapatan kotor dari satu hektare kebun dapat mencapai sekitar Rp3 juta per bulan.

"Dengan hitungan paling sederhana, potensi pendapatan dari lahan seluas 1,7 juta hektare bisa mencapai sekitar Rp5,1 triliun per bulan atau sekitar Rp30 triliun dalam enam bulan. Karena itu, kami mempertanyakan mengapa laba bersih Agrinas hanya Rp27,9 miliar," kata Katimin.*

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved