• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Polisi Bongkar Brankas Tersembunyi dalam Kasus Korupsi Blackout Sumatera

Redaksi

Rabu, 08 Juli 2026 19:28:29 WIB
Cetak
Polisi Bongkar Brankas Tersembunyi dalam Kasus Korupsi Blackout Sumatera
Polisi bersenjata lengkap mengawal penggerebekan sebuah cafe di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juli 2026. (sumber: Instagram Kontekscoid)

BEDELAU.COM --Penggeledahan sebuah restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, berubah menjadi temuan tak terduga, Rabu, 8 Juli 2026. Penyidik menemukan brankas besar yang disembunyikan di balik dinding bangunan. Penemuan itu terjadi saat polisi memburu barang bukti dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang, serta suap dalam sejumlah perkara besar.

Suasana restoran semula tampak tenang. Penyidik memeriksa setiap ruangan, lemari, serta sudut bangunan. Perhatian kemudian tertuju pada sebuah lemari kayu yang menempel rapat di dinding.

Beberapa petugas menggeser lemari tersebut. Sebuah brankas berwarna hitam langsung terlihat tertanam di balik tembok. Temuan itu memicu tepuk tangan personel yang berada di lokasi penggeledahan.

Video penemuan brankas kemudian beredar luas. Rekaman memperlihatkan proses pembongkaran berlangsung hati-hati. Polisi juga terlihat berusaha membuka brankas berukuran besar tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Victor Dean Mackbon, menjelaskan penggeledahan dilakukan untuk melengkapi alat bukti dalam penyidikan dua laporan polisi.

"Penggeledahan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, serta dugaan tindak pidana suap," kata Victor Dean Mackbon, Rabu, 8 Juli 2026.

Hingga Rabu malam, polisi belum mengungkap isi brankas tersebut. Penyidik juga belum menyampaikan dokumen maupun barang apa saja yang berhasil diamankan dari lokasi.

Penggeledahan restoran menjadi bagian dari operasi lebih luas. Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyasar sejumlah lokasi lain di Jakarta Selatan.

Selain restoran, penyidik menggeledah sebuah money changer di kawasan Cipete. Pemeriksaan dilakukan pada bangunan yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Total sedikitnya tujuh lokasi masuk daftar penggeledahan. Seluruh lokasi diduga berkaitan dengan dugaan korupsi, pencucian uang, gratifikasi, serta suap yang terjadi sepanjang 2020 hingga 2025.

Kasus yang sedang ditangani mencakup dugaan korupsi pasokan batu bara pembangkit listrik PLN yang dikaitkan dengan blackout Sumatera. Penyidikan juga mencakup dugaan tindak pidana pencucian uang dalam perkara PT Asabri serta dugaan korupsi penyelesaian kewajiban PT CBS kepada PT Krakatau Steel.

Selama proses penggeledahan berlangsung, personel Brimob bersenjata lengkap berjaga di sekitar lokasi. Aktivitas restoran berhenti sementara. Arus lalu lintas di sekitar Cipete sempat melambat akibat perhatian warga yang menyaksikan operasi tersebut.

Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri, Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, menjelaskan bahwa penyidikan dilakukan melalui skema joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Kolaborasi ini dilakukan agar penanganan perkara berjalan lebih efektif dan seluruh bukti dapat dikumpulkan secara menyeluruh," ujar Totok Suharyanto.

Penyidik masih memeriksa setiap ruangan dalam bangunan restoran. Fokus utama tertuju pada dokumen keuangan, perangkat elektronik, serta isi brankas yang diduga menyimpan barang penting berkaitan dengan penyidikan.

Penyidik belum memastikan isi brankas yang ditemukan di balik dinding restoran tersebut. Proses pembukaan dilakukan secara hati-hati karena brankas memiliki sistem pengaman berlapis. Di dalamnya terlihat rak penyimpanan serta sebuah brankas berukuran lebih kecil yang masih diperiksa.

Setiap barang yang ditemukan akan dicocokkan dengan alat bukti lain. Penyidik juga memeriksa dokumen transaksi, data elektronik, serta catatan keuangan yang diduga berkaitan dengan perkara. Langkah tersebut dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menegaskan penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan yang sedang berjalan. "Rangkaian penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti dan memperkuat proses penyidikan," kata Budi Hermanto.

Budi juga mengingatkan setiap orang agar menghormati proses hukum. Tindakan menghambat penyidikan memiliki konsekuensi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kasus yang sedang diusut menjadi perhatian karena mencakup beberapa perkara bernilai besar. Penyidik mendalami dugaan korupsi pasokan batu bara pembangkit listrik PLN yang dikaitkan dengan blackout di Sumatera. Pemeriksaan juga menyentuh dugaan pencucian uang pada perkara PT Asabri dan penyelesaian kewajiban PT CBS kepada PT Krakatau Steel.

Seluruh perkara tersebut diduga berlangsung dalam rentang 2020 hingga 2025. Penyidik menelusuri hubungan antardokumen, aliran dana, serta komunikasi yang diduga saling berkaitan. Pemeriksaan dilakukan terhadap setiap bukti yang ditemukan di lokasi penggeledahan.

Restoran yang digeledah juga pernah menjadi perhatian dalam perkara lain pada masa lalu. Informasi tersebut ikut menjadi bahan pendalaman penyidik. Meski begitu, polisi menegaskan seluruh dugaan tetap mengacu pada alat bukti yang diperoleh selama penyidikan.

Keberadaan sejumlah kendaraan dinas di sekitar lokasi ikut menarik perhatian warga. Mobil dinas kepolisian terlihat terparkir bersama kendaraan instansi lain. Personel Brimob tetap berjaga hingga proses penggeledahan selesai.

Penyidik juga memeriksa bangunan money changer yang berada tidak jauh dari restoran. Lokasi tersebut diduga memiliki hubungan dengan transaksi yang sedang ditelusuri. Seluruh dokumen dan perangkat elektronik diamankan untuk kepentingan penyidikan.

Irjen Totok Suharyanto menjelaskan sinergi antara Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dilakukan agar pemeriksaan berlangsung lebih cepat dan terarah. "Joint investigation memperkuat pengumpulan bukti dari berbagai lokasi yang saling berkaitan," ujar Totok. 

Hingga Rabu malam ini, polisi belum mengumumkan barang bukti yang ditemukan di dalam brankas. Penyidik masih melakukan inventarisasi seluruh temuan dari tujuh lokasi penggeledahan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penentuan langkah hukum berikutnya.

Kasus ini diperkirakan masih berkembang. Penyidik membuka peluang memeriksa saksi tambahan jika ditemukan fakta baru selama pemeriksaan dokumen dan barang bukti. Fokus penyidikan kini mengarah pada pembuktian aliran dana, dugaan pencucian uang, serta keterkaitan antarpelaku dalam tiga perkara korupsi yang sedang ditangani.

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved