Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hebat, Indonesia Produksi Drone Berdaya Jelajah 250 Km dengan Misi Intai 24 Jam
BEDELAU.COM --PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama perusahaan konsorsium sedang mengebut pembuatan prototipe pesawat nir awak (drone). Targetnya, drone produksi Indonesia bernama Puna Elang Hitam ini bisa terbang perdana akhir tahun ini.
Drone Elang Hitam adalah pesawat tanpa awak jenis Medium Altitude Long Endurance. "Puna Elang Hitam target terbang perdana pada akhir tahun 2021," kata Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro dalam keterangan resminya, Selasa (31/8/2021).
Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus melakukan penyelesaian prototipe drone. Bersama dengan konsorsium, PTDI juga melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritorial Indonesia di area perbatasan.
Menurut dia, Puna Elang Hitam yang dapat beroperasi secara otomatis dan memiliki daya tahan terbang 24 jam. Dikembangkan bersama dalam sebuah konsorsium nasional yang melibatkan PTDI sebagai lead integrator, PT Len Industri (Persero), LAPAN, Balitbang Kemhan, Dislitbang AU, Pothan Kemhan RI, BPPT dan ITB.
Menurut dia, penguasaan teknologi Puna Elang Hitam dapat menjadi sarana bagi kemajuan teknologi pertahanan nasional yang secara bertahap dapat membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bagi TNI. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan produk drone Male kombatan yang dapat diterima TNI AU sesuai persyaratan operasi dan spesifikasi teknis.
Target terbang perdana drone ini, ternyata selesai jauh lebih awal. Karena saat dilakukan launching pada Desember 2019, konsorsium menargetkan selesai 2024. Saat itu, drone ini didesain mampu terbang sejauh 250 kilometer dengan membawa peluru kendali (rudal) seberat 300 kilogram.
ak hanya itu, pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh ini mampu terbang sejauh 250 km. Namun, pesawat ini hanya mampu membawa beban sekitar 300 kg. Beban ini rencananya bisa dipakai untuk kebutuhan militer seperti membawa misil atau rudal.
Pesawat ini memiliki lebar 16 meter, panjang 8,65 meter, dan tinggi 2,6 meter. Saat take off, pesawat bisa menggunakan landasan sepanjang 700 meter. Sedangkan saat mendarat (landing) bisa pada landasan sepanjang 500 meter.
Sumber: [inews.id]
BERITA LAINNYA +INDEKS
Bupati Asmar Lantik 29 Pejabat Pemkab Meranti, Tekankan Integritas dan Kinerja
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Mer.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Mer.
Bupati Asmar Siap Hadiri Upacara Hari Santri, Meranti Diusulkan Jadi Tuan Rumah Hari Santri Riau 2027
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Kabupaten Kepulauan .
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Pemerintah Kabupaten.
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
JAKARTA, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Meranti AKBP .
Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Meranti,.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








