• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Mursini Disebut Beri Rp 650 Juta ke Oknum Mengaku KPK, Ini Ciri-ciri Orangnya

Redaksi

Kamis, 09 September 2021 21:10:26 WIB
Cetak
Mursini Disebut Beri Rp 650 Juta ke Oknum Mengaku KPK, Ini Ciri-ciri Orangnya
Persidangan dugaan korupsi 6 kegiatan di Setdakab Kuansing, Rabu (1/9/2021).

PEKANBARU, BEDELAU.COM --Mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Mursini, disebut memberikan uang Rp650 juta kepada seseorang yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang itu berasal dari 6 kegiatan di Setdakab Kuansing tahun 2017.

Pemberian uang itu diungkapkan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Mursini, terdakwa dugaan korupsi 6 kegiatan di Setdakab Kuansing, pada persidangan, Rabu (1/9/2021). Pemberian uang itu juga mematik reaksi lembaga anti rasuah.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap seseorang yang mengaku-ngaku dari KPK dan meminta sejumlah uang. Pasalnya, banyak KPK palsu yang mencari keuntungan untuk pribadi.

KPK juga mendorong Mursini membantu menelusuri
pihak yang mengaku dari KPK itu, apakah benar merupakan pegawai KPK atau tidak. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan tegaknya profesionalitas KPK dalam melaksanakan tugas pemberantasan korupsi.

Mantan Kabag Umum Setdakab Kuansing, M Saleh, selaku Kepala Bagian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 6 kegiatan 2017, jadi saksi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negari Pekanbaru. Pada persidangan yang digelar hingga Rabu (8/9/2021) malam, M Saleh mengungkap ciri-ciri orang yang disebut Mursini dari KPK.

M Saleh memang pernah diperintah oleh Mursini mengantarkan uang untuk seseorang yang disebut dari KPK pada Juli 2017 silam. Uang yang diberikan M Saleh Rp150 juta dalam bentuk mata uang Rupiah.

M Saleh berangkat ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau bersama Verdi Ananta selaku Bendahara Pengeluaran di Setdakab Kuansing. Baik M Saleh maupun Verdi Ananta sudah berstatus terpidana dalam perkara korupsi 6 kegiatan ini.

Waktu penyerahan uang di Batam, M Saleh berkoordinasi dengan orang yang disebut dari KPK menggunakan handphone yang diberikan Mursini. Uang diserahkan dalam mobil di terminal parkiran kedatangan penumpang di Bandara Hang Nadim, Batam.

M Saleh mengatakan, pria yang ditemuinya punya ciri berbadan tegap, tinggi dan berkulit hitam. "Kulitnya berwarna hitam dan berbadan tegap tinggi," kata M Saleh di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dahlan.

Setelah menyerahkan uang, M Saleh langsung kembali ke Pekanbaru, untuk selanjutnya ke Taluk Kuansing. Dia melaporkan ke Mursini telah menyerahkan uang dan mengembalikan handphone ke Mursini. "Sampaikan kalau Rp 150 juta sudah diserahkan," kata M Saleh.

Hakim menyinggung, apakah Mursini sedang berperkara dengan KPK hingga memberikan uang, M Saleh menyatakan kalau dirinya tidak mengetahui tentang hal itu.

Satu bulan sebelum M Saleh menyerahkan uang ke oknum mengaku dari KPK itu, Mursini juga memerintahkan Verdi ke Batam. Verdi diminta menyerahkan uang Rp500 juta kepada orang yang sama.

Awalnya, Verdi ditelepon M Saleh dan meminta datang ke Masjid Baitul Rahim. Di sana sudah ada Mursini dan M Saleh duduk di pelataran masjid. Saat itu, Mursini memerintahkan agar Verdi mengantarkan uang Rp500 juta kepada seseorang yang mengaku pegawai KPK.

"Tolong antar uang Rp500 juta ke Batam. Ini rahasia, cukup kita saja yang tahu. Antar untuk seseorang dari KPK," kata Verdi mengulangi perintah Mursini kepada dirinya ketika itu.

Verdi juga berkoordinasi dengan orang itu melalui telepon selular merek Nokia yang diberikan Mursini. "Saya dikasih HP Nokia. Di sana ada dua nomor. Kalau menghubungi, hidupkan Hp. Pencet nomor 2, muncul nomor (yang dihubungi, red)," jelas Verdi.

Verdi mengaku tidak mengetahui orang tersebut. Uang itu diberikan di pelataran parkir Bandara Hang Nadim Batam. "Orangnya tidak tahu tapi menurut terdakwa untuk KPK. Dalam rangka apa tidak dibilang, cuma dikasih begitu saja," kata Verdi.

Verdi juga pernah dipanggil Plt Setdakab Kuansing, Muharlius ke ruangan kerjanya. Muharlius menyerahkan uang Rp150 juta kepada Verdi dan meminta agar uang tersebut diberikan kepada Mursini di Pekanbaru untuk kepentingan berobat istri Mursini ke Malaka

Muharlius memerintahkan saksi Verdi untuk menukarkan uang tersebut dengan rincian sebesar Rp100 juta ke mata uang Ringgit Malaysia sedangkan Rp50 juta tetap dalam bentuk rupiah untuk diserahkan kepada Mursini.

M Saleh melalui Verdi mentransfer uang Rp125 juta ke rekening Bank Riau Kepri milik Swiss Bell INN selaku pengelola gedung SKA Co Ex. Uang itu, merupakan pemenuhan janji Mursini untuk menanggung seluruh biaya penyelenggaraan acara halal bihalal Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru tahun 2016

IKKS Pekanbaru juga menerima uang Rp90 juta dari M Saleh. Pemberian uang ini, untuk membantu pembiayaan kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Juli 2017, di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru yang turut dihadiri Mursini.

Pada saat pembahasan RAPBD 2017, Mursini memerintahkan Muharlius menyelesaikan pembahasan agar menjadi APBD. Atas perintah itu, Muharlius menemui Ketua DPRD Andi Putra, yang kini menjabat sebagai Bupati Kuansing.

Usai pertemuan itu, pada April 2017, Muharlius memerintahkan Verdi menyerahkan uang Rp90 juta untuk Andi Putra melalui Rino. Penyerahan uang itu, juga dilaporkan Muharlius kepada Mursini.

Uang juga diberikan kepada anggota DPRD, Musliadi sebesar Rp500 juta. Uang itu diberikan M Saleh setelah Mursini bertemu Musliadi di Gedung DPRD Kuansing agar APBD 2017 segera disetujui.

Pada rapat pembahasan dan pengesahan RAPBD-P Kuansing menjadi APBD-P 2017, Mursini kembali memerintahkan M Saleh menyerahkan uang sebesar Rp150 juta ke saksi Rosita Ali. Uang diserahkan di Jalan Perumnas Teluk Kuantan.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan Mursini melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan Plt Sekdakab Kuansjng, Muharlius selalu Pengguna Anggaran (PA), M Saleh selaku Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Kuansing selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada 6 kegiatan tahun 2017.

Verdy Ananta selaku Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing, Hetty Herlina selaku mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab Kuansing yang menjabat Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), dan Yuhendrizal selaku Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing dan PPTK kegiatan rutin makanan dan minuman tahun 2017.

Korupsi berawal ketika Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kuansing memiliki kegiatan yang anggaran pelaksanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi 2017. Di antara kegiatan tersebut terdapat 6 kegiatan dengan anggaran Rp13.209.590.102.

Meliputi kegiatan dialog/audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat pimpinan/anggota organisasi sosial dan masyarakat dengan anggarannya sebesar Rp7.270.000.000. Kegiatan penerimaan kunjungan kerja pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah non departemen/luar negeri Rp1,2 miliar.

Kemudian, kegiatan Rapat Koordinasi Unsur Muspida dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni sebesar Rp1.185.600.000. Kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Daerah dengan anggaran sebesar Rp960 juta, kegiatan kunjungan kerja/inspeksi kepala daerah/wakil kepala daerah sebesar Rp725 juta. dan kegiatan penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp1.960.050.000.

"Terdakwa beberapa kali telah memerintahkan saksi H Muharlius sekaligus Pengguna Anggaran dan M Saleh untuk mengeluarkan sejumlah uang guna keperluan-keperluan pribadi terdakwa. Uang tersebut berasal 6 anggaran 6 kegiatan di Setdakab Kuansing 2017," kata JPU.

Pengeluaran uang atas perintah terdakwa sebesar lebih kurang Rp1.550.000.000 berasal dari 6 kegiatan yang dikelola saksi Muharlius dan M Saleh yang tidak sesuai dengan peruntukkan penganggaran kegiatan. Akibatnya terdapat kerugian negara Rp7.451.038.606, berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh auditor.

Perbuatan Mursini melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 4, Pasal 5 ayat 1, Pasal 11, Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved