Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Pelatihan Pembuatan F1 Embio di Bank Sampah GPS Putri Hijau
PEKANBARU,BEDELAU.COM -- Indonesia termasuk dalam 4 negara dengan lahan gambut terbesar di dunia. Tetapi, lahan gambut di Indonesia berbeda dengan lahan gambut dari negara lainnya, dimana lahan gambut Indonesia adalah lahan gambut tropik. Lahan gambut tropik adalah lahan gambut yang kurang subur. Hal ini disebabkan oleh lahan gambut di Indonesia terbentuk dari kayu-kayuan, akibatnya lignin yang ada pada lahan gambut tersebut tinggi. Sehingga sulit terurai, sehingga kurang subur yang akibatnya akan sulit dilakukan budidaya tanaman pada lahan gambut tersebut.
Biasanya masyarakat melakukan pembakaran untuk menyuburkan tanah gambut. Dimana abu bekas bakaran tersebut diharapkan dapat memberikan kesuburan pada tanah karena mengandung unsur hara. Hal ini tentu saja memberikan banyak dampak negatif, diantaranya efek rumah kaca, turunnya gambut atau terjadi subsiden. Sehingga, jika hal ini dilakukan terus-menerus maka lahan gambut hanya akan menjadi padatan tanah saja yang tidak dapat dimanfaatkan lagi.
Melihat kondisi ini, Tim dosen dari Universiats Lancang Kuning melalui program pengabdian kepada masyarakat, yang beranggotakan Nurhayani Lubis, Prama Widayat, dan Inova Fitri Siregar, pada 18 April 2022 lalu memberikan pelatihan pembuatan F1 Embio sebagai salah satu solusi dalam menangani kesuburan tanah gambut tersebut. Yakni sebagai salah satu cara agar lahan gambut tetap bisa dimanfaatkan tanpa proses bakar. Karena F1 Embio dapat melakukan proses penguraian lignin menjadi lebih cepat. Sehingga, lahan gambut dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk jangka waktu yang lama
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Ismail, dimana beliau adalah salah satu anggota Sekolah Lapang Petani Gambut. F1 Embio memang belum banyak dikenal oleh masyarakat, hal ini dikarenakan F1 Embio belum di produksi secara massal ataupun memiliki merek sendiri. Pembuatan produk ini baru sampai dari mulut ke mulut, dan masih sangat banyak yang belum mengentahuinya. Sebenarnya, kemampuan F1 Embio ini telah dibuktikan pada tahun 2020, pada saat Kabupaten Bengkalis menjadi tuan rumah Sekolah Lapang Petani Gambut, dan daerah yang dipilih untuk pembuktian F1 Embio adalah daerah Temiang. Dimana sebelumnya produksi padi sangat menurut, setelah dilakukan perlakukan lahan dengan F1 Embio, tanah mulai bagus kembali, unsur hara semakin baik dan padi menjadi subur kembali.(Rls)
Wako Pekanbaru Buka Seminar Internasional Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak
BEDELAU.COM --Walikota Pekanbaru yang juga alumni Un.
Buka Wawasan Perguruan Tinggi, Siswa SMA AS-SHOFA Kunjungi Kampus Unilak
BEDELAU,COM -- Guru dan siswa kelas XI SMA Ashofa me.
Puluhan Dosen Unilak Raih Pendanaan Hibah Penelitian dan Pengabdian Kemdiktisaintek 2026
BEDELAU.COM --Universitas Lancang Kuning Riau (Unila.
Bukan omon omon Disdik Riau Terbitkan SE: Sekolah Dilarang Keras Tahan Ijazah Siswa dengan Alasan Apa Pun
BEDELAU.COM --Disdik Riau secara resmi, Rabu (15/4) .
FK Unri Luncurkan 5 Prodi Dokter Spesialis Baru
BEDELAU.COM --Fakultas Kedokteran Universitas Riau (.
Beasiswa SDM Sawit 2026 Dibuka, Ini Tips Lolos dari Penerima Tahun Lalu
BEDELAU.COM --Kabar baik bagi anak-anak petani dan p.








