Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Agar PPDB Tak Ada Kecurangan, DPRD Riau Ingin Kembalikan ke Sistem Awal
PEKANBARU,BEDELAU.COM --- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) masih terus berlangsung. DPRD Riau meminta Dinas Pendidikan (Disdik) konsultasi ke Kementerian Pendidikan untuk membahas sistem PPDB.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Hardianto mengatakan, konsultasi agar tidak ada kecurangan ataupun pungutan liar (Pungli) saat PPDB. Hardianto mencontohkan, PPDB yang memakai sistem zonasi memang semakin hari semakin memprihatinkan.
"Saya menyarankan Pemprov coba konsultasi ke Kementerian Pendidikan, supaya PPDB dikembalikan saja ke sistem lama, sistem nilai, jadi lebih fair," kata Hardianto, Rabu (7/6/2023).
Kata dia, sewaktu masih sistem seleksi berdasarkan nilai, kericuhan yang terjadi lebih minim dibandingkan sistem zonasi. Kata dia, Riau belum siap dengan sistem zonasi, lantaran penyebaran sekolah belum merata, terutama di wilayah perkotaan seperti Pekanbaru, Dumai, dan Duri.
Kericuhan PPDB, menurut politisi Partai Gerindra ini, menjadi peluang bagi oknum-oknum tertentu untuk mencari uang, dengan modus 'menjual kursi'. "Praktik jual beli kursi ini seperti hantu, dikatakan ada, dia tak nampak, tapi dikatakan tidak ada, kita bisa dengar," kata dia.
Kata Hardianto, saat Ia turun ke Dumai pernah menerima pengaduan dari masyarakat yang 'membeli kursi' untuk anaknya. Tapi, sayangnya masyarakat ini tidak berani untuk bersuara lantaran takut urusan anaknya bersekolah dipersulit nantinya.
"Nah begini yang terjadi, dan itu memang jadi rahasia umum. Jadi, kalau ada yang mengetahui praktik begini, silahkan lapor ke saya, sertai bukti yang valid, dan kasih kesaksian," kata dia.
Hardianto khawatir, jika ada siswa yang masuk melalui jalur Pungli ini, maka akan merusak sistem pendidikan yang ada di Riau. Lanjut dia, pendidikan ini diselenggarakan oleh negara dalam rangka mencetak generasi bangsa di masa depan.
"Kalau kita melalui proses pencetakan dengan sesuatu yang tidak baik, maka saya yakin hasilnya juga tidak baik," kata dia.
Ia mengajak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bersama-sama memantau praktik-praktik Pungli ini.
"Ayo bersama-sama kita awasi ini, peran kepolisian dan kejaksaan sangat kita harapkan disini," kata dia.
Sumber: cakaplah.com
SMKN 1 Bandar Laksamana Raih Juara 1 dari 6 Sekolah Yang Ikut Perlombaan Musikalisasi Puisi Tingkat Kecamatan
BENGKALIS, BEDELAU.COM--Prestasi membanggakan ditore.
80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Kunjungi Unilak, Pelajari Tata Kelola Administrasi Modern
BEDELAU.COM --Guna memperkuat pemahaman seputar tata.
Dosen FH Unilak Edukasi Warga Agrowisata tentang Perkawinan Tidak Tercatat
PEKANBARU,BEDELAU.COM --Persoalan perkawinan masih m.
Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unilak Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kelurahan Agrowisata
PEKANBARU,BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyar.
Dosen FEB Universitas Lancang Kuning Gelar Pelatihan PPh Pasal 21 bagi Siswa SMKS Korpri Duri
BEDELAU.COM --Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis .
Penguatan Kompetensi Guru SMK 5 Agustus dalam Menyusun Buku Ajar Digital Berbasis AI
BEDELAU.COM --Transformasi digital yang semakin pesa.








