• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Selamat Jalan Doni Monardo, Panglima Bencana dan Bapak Reklamasi

Redaksi

Senin, 04 Desember 2023 20:13:07 WIB
Cetak
Selamat Jalan Doni Monardo, Panglima Bencana dan Bapak Reklamasi
FOTO: GORIAU.COM

BEDELAU.COM --Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purnawirawan Doni Monardo telah tutup usia. Doni Monardo menghembuskan nafas terakhir pukul 17.35 WIB di Rumah Sakit (RS) Siloam, Semanggi, Jakarta.

Perjalanan pria berdarah Minang kelahiran 10 Mei 1963 ini cukup panjang dan banyak cerita menarik yang dilaluinya. Dia dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB pada 9 Januari 2019. Sejak itu, nama Danjen Kopassus (2014-2015) ini banyak menjadi sorotan media.

Berbagai perisitiwa bencana alam terjadi di era Doni menjadi “Panglima Bencana”. Selama itu pula, Doni melecut seluruh pasukannya di BNPB untuk tanggon-trengginas serta tanggap.

Pernah, Doni sudah berada di lokasi bencana, ketika kepala daerahnya justru belum sampai. “Negara hadir”, adalah konsep yang diwujudnyatakan olehnya.

Tak berhenti di situ. Garis takdirnya sebagai “panglima bencana” kembali diuji saat wabah Covid-19. Lagi-lagi, negara mengembankan amanah di pundaknya sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sungguh akan menjadi catatan panjang jika menderetkan kiprah Doni Monardo sebagai Kepala BNPB sekaligus panglima melawan Covid-19. Untung, Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB yang kebetulan sudah lama bersahabat dengan Doni, membukukan semua aktivitasnya.

Dari jarak paling dekat, Egy memotret banyak sekali peristiwa, mulai dari yang “on the record” sampai yang “off the record”. Buku-buku yang ditulisnya, tidak saja menggambarkan aktivitas Doni sebagai Panglima Bencana, tetapi juga di medan pengabdian yang lain.

Doni adalah prajurit baret merah yang memiliki prestasi mengesankan. Di luar itu, ia juga seorang pegiat lingkungan yang konsisten. Konsistensi itu terjaga hingga hari ini, sekian tahun setelah ia purna tugas.

Tak lama setelah purna tugas, sejumlah seniornya di TNI-AD memintanya menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD). Tugas senior yang tak bisa ia tolak. Segera setelah mengemban tugas Ketua Umum PPAD (2021 – 2026), Doni segera menggulirkan visi-misi “politik kesejahteraan”.

Silaturahmi Nasional (Silatnas) PPAD di Sentul dihadiri Presiden Joko Widodo, para Menko dan sejumlah menteri, serta pejabat militer lainnya. Itulah kali pertama, tergelar acara silaturahmi purnawirawan dalam skala yang sangat besar.

Belum kering para purnawirawan membicarakaan peristiwa itu, Doni sudah menggagas sumbangan ratusan ribu bibit pohon aneka jenis untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Secara simbolis, sumbangan bibit pohon itu diterima Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono, November 2022.

Inilah bentuk partisipasi masyarakat atas kerja besar pemerintah membangun lokasi ibu kota negara yang baru. Moralnya adalah, rakyat pun boleh berpartisipasi, dalam aneka bentuk dukungan dan kegiatan.

Terkait sumbangan bibit pohon tersebut, PPAD merangkul sejumlah pihak, di antaranya Mabes TNI, TNI AD, Kadin Indonesia, MIND ID, Indika Energy Group, dan lain-lain.
Hari ini, saat Doni berulang tahun ke-60, sebagian besar bibit pohon tersebut sedang dalam perjalanan (laut) menuju Kalimantan Timur.

Semua jejak Doni tadi terekam dan tersusun dalam sejumlah buku. Ini merupakan slice of life dari Doni Monardo. Masing-masing, “Secangkir Kopi di Bawah Pohon: Kiprah Doni Monardo Menjaga Alam”, “Sepiring Sukun di Pinggir Kali: Kiprah Doni Monardo Menjaga Alam”, “Titik Nol Corona: Doni Monardo di Pusaran Wabah”, “Satu Komando Doni Monardo: Jurus-jurus Penanganan Bencana, Satu Sistem, Satu Manajemen”.

Tiga judul di antaranya bahkan sudah diterjemahkan dalam versi bahasa Inggris. Dan beberapa judul di antaranya, sudah mengalami beberapa kali cetak ulang, oleh penerbit PT Citra Media Jayakarta Nawa Asta (CJNA) yang bekerjasama dengan Yayasan Kita Jaga Alam (KJA). Selain dikirimkan kepada para sahabat, buku itu juga dijual bebas secara online.

Di luar tiga buku di atas, saat ini juga tengah disusun buku ke-4 yang berjudul “Pelangi Doni Monardo”. Buku setebal kurang lebih 400 halaman itu disusun Egy Massadiah dan Roso Daras. Isinya, warna-warni bak belangi. Meski begitu, sebagian besar berisi kegiatan Doni Monardo menjaga alam, setelah pensiun.

Semua buku Doni Monardo menyajikan banyak kisah menarik. Termasuk kebiasaan Doni melakukan berbagai terobosan dan perubahan. Contoh kecil, para pengungsi lazimnya kerap makan ala kadarnya. Namanya juga di pengungsian.

Tapi tidak untuk Doni. Ketika gempa melanda Mamuju, Sulawesi Barat Januari 2021, Doni mendatangkan khusus pasukan pemasak spesialis masakan Padang. Jadilah para relawan, petugas serta pengungsi lahap dan senang. Setidaknya bisa mengurangi beban derita yang tengah dialaminya. Contoh itu ada pada kisah Joni Azro yang menyajikan sekitar 10 ribu bungkus makanan setiap hari. Semua itu dikisahkan tuntas dalam buku “Satu Komando”.

Belum lagi kisah spesial, bagaimana ia mengembangbiakkan pohon beringin khusus yang tumbuh di Istana Presiden. Doni melihat, beringin istana tidak sama dengan kebanyakan pohon beringin di tempat lain. Ia pun menugaskan Yon Kawal Paspampres yang berjaga di sana, untuk tidak lupa mengumpulkan biji-biji pohon beringin yang jatuh, lalu menyerahkan kepada Doni untuk disemai.

Jadilah, kini di sejumlah kebun bibit yang ia kelola, berkembang bibit-bibit beringin istana. Nah, bibit beringin istana termasuk yang disumbangkan untuk IKN. Suatu hari Doni pernah berkata, “Jadi nanti yang pindah tidak hanya istananya, tetapi pohon beringinnya pun ikut pindah.”

“Bapak Reklamasi”

Doni Monardo adalah tipikal pekerja. Bahkan pekerja yang sangat keras. Utamanya reklamasi lahan bekas tambang. Ia tidak saja dijuluki “Jenderal Pohon”, tetapi juga “bapak reklamasi lahan bekas tambang”.

Ini erat kaitannya dengan tugasnya pasca pensiun sebagai militer. Ia sebagai Komisaris Utama MIND ID. Sebuah konsorsium perusahaan (BUMN) tambang: PT Inalum, PT Timah, PT Antam, PT Freeport, PT Bukit Asam, PT Vale Indonesia.

Lahan-lahan bekas tambang, menjadi fokus Doni Monardo untuk direklamasi. Tujuannya menjadikan kembali menjadi hutan (produktif). Juga menjadi taman kota, bahkan tidak sedikit yang menjadi lokasi penanaman pohon-pohon langka (terancam punah) di Indonesia, seperti ebony, gaharu, biti, dan lain-lain.

Sebagai komisaris utama perusahaan tambang holding, ke mana pun ia melakukan kunjungan kerja, fokus adalah menuju lokasi bekas tambang. Tak peduli siang, malam, hujan, atau cerah.

Pernah terjadi, Juli 2022 ia mengunjungi lokasi tambang di Maluku Utara. Karena cuaca, helikopter menunda penerbangan hingga otoritas bandara mengizinkan. Tak pelak, tiba di lokasi tambang matahari sudah terbenam.

Rombongan yang menyertai berpikir, kunjungan akan ditunda besok. Tidak. Malam usai makan, Doni langsung meninjau lokasi bekas tambang. Mau-tak-mau, para pekerja tambang kalang-kabut menyiapkan instrument penerangan. Tidak mudah. Karena memang tidak direncanakan.

Apa yang terjadi? Setelah sekian lama peninjauan dalam gelap, Doni tiba kembali di base-ops. Dengan wajah sumringah ia bercerita sambil tersenyum ihwal hasil kunjungannya.

“Saya mendengar suara kodok. Kodok ngorek. Itu indikasi lingkungan baik. Jika bekas tambang itu rusak, mengandung bahan beracun, dan gersang, tidak mungkin akan hidup kodok atau ular,” kata Doni. Peserta rombongan hanya melongo, lalu mengangguk-angguk mendengar penjelasan Doni.

Masih berderet-deret cerita menarik yang mengaitkan nama Doni Monardo dengan dunianya seperti disampaikan Roso Daras dan Egy dalam tulisannya. Selamat Jalan Panglima Bencana dan Bapak Reklamasi. ***

 

 

 

SUMBER: GORIAU.COM


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Kas Negara Kritis Cuma Sisa 120 Triliun? Menkeu Purbaya Bongkar Fakta

Jumat, 24 April 2026 - 21:29:29 WIB

BEDELAU.COM --Gedung Lapangan Banteng mendadak panas.

Nasional

Bangkit dari Bencana, Program Jum’at Berkah di Pidie Jaya Kembali Hadir di Mesjid Baitul Sattar

Jumat, 24 April 2026 - 09:15:00 WIB

Meureudu – Setelah sempat terhenti akibat banjir bandang yang melan.

Nasional

Tol Padang-Pekanbaru Dikebut, Amdal Disiapkan

Jumat, 10 April 2026 - 20:01:12 WIB

BEDELAU.COM --PT Hutama Karya tancap gas garap Tol P.

Nasional

Polisi menggelar razia di tempat hiburan malam di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Ahad, 05 April 2026 - 21:07:01 WIB

BEDELAU.COM --Warga Lampung Timur, Kota Metro, hingg.

Nasional

Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Sabtu, 04 April 2026 - 19:46:08 WIB

BEDELAU.COM --- Kedatangan jenazah .

Nasional

Kuota Solar dan Pertalite Dipangkas Mulai 1 April, Cek Jatah Mobil Anda

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:28:26 WIB

BEDELAU.COM --Kabar mengejutkan datang dari sektor e.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Wako Pekanbaru Buka Seminar Internasional Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak
24 April 2026
Kas Negara Kritis Cuma Sisa 120 Triliun? Menkeu Purbaya Bongkar Fakta
24 April 2026
Gunakan Gagang Sendok Buka Borgol, Tahanan Kejari Inhil Coba Melarikan Diri Usai Sidang
24 April 2026
Ayah Kandung di Pelalawan Diamankan Usai Diduga Rudapaksa Anak 13 Tahun
24 April 2026
Polda Riau Cek Jalur Lintas Timur KM 83, Pastikan Pengamanan Pengguna Jalan
24 April 2026
RSUD Arifin Achmad Riau Tangani Kasus Langka, Pasien Haid Keluar dari Saluran Urin
24 April 2026
Eks Dirut PT SPR Rahman Akil Divonis 4 Tahun 7 Bulan Penjara
24 April 2026
Terobosan Wako Pekanbaru Genjot Pendapatan PKB, Sediakan Stand Pameran Gratis di Kantor Bapenda
24 April 2026
Berita Acara Sudah Disepakati Namun Sampai Saat Ini Belum Ada Respon Dari Perusahaan
24 April 2026
Bangkit dari Bencana, Program Jum’at Berkah di Pidie Jaya Kembali Hadir di Mesjid Baitul Sattar
24 April 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Misteri Bau Sangit di Kampar: Nita Tewas Terbakar, Suami Malah Hilang Bak Ditelan Bumi!
  • 2 Tol Padang-Pekanbaru Dikebut, Amdal Disiapkan
  • 3 Masa Sanggah Hasil Pemilihan RT/RW Serentak di Pekanbaru Dibuka
  • 4 Lahan Sawit Jutaan Hektare Ternyata Bisa Jadi Pabrik Daging
  • 5 Penertiban PETI di Kuansing, Polsek Singingi Hilir Musnahkan Tiga Rakit di Sungai Bawang
  • 6 Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Diselamatkan
  • 7 Berkas Ijazah Palsu Lengkap, Anggota DPRD Pelalawan Langsung Ditahan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved