• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Peristiwa

Korban TPPO, Mahasiswi Unja Jadi Kuli Bangunan di Jerman, Setelah Pulang Dililit Utang

Redaksi

Kamis, 28 Maret 2024 22:20:22 WIB
Cetak
Korban TPPO, Mahasiswi Unja Jadi Kuli Bangunan di Jerman, Setelah Pulang Dililit Utang
RM (22), mahasiswi Universitas Jambi korban TPPO modus magang ke Jerman lewat program ferienjob. (dok. pribadi korban RM via detik.com)

BEDELAU.COM -- (22), mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi (FH Unja), termasuk salah seorang korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus program ferienjob (magang) ke Jerman. RM mengaku terlantar dan menjadi pekerja kasar, bahkan pernah jadi buruh bangunan, saat berada di Jerman.

Dikutip dari detik.com, RM menceritakan, hidupnya luntang-lantung sejak awal tiba di Jerman. Setelah pulang ke Tanah Air pada 30 Desember 2023, kegetiran hidupnya belum berakhir, dia malah terlilit utang. Sebab, upah kerja puluhan juta yang dijanjikan, hanya isapan jempol belaka. Agen yang menyalurkannya untuk ferienjob ke Jerman tidak memberinya pekerjaan yang jelas.

"Sebelum berangkat, saya sudah tanya ke contact person di flyer ferienjob soal akomodasi, transportasi dan makan selama di Jerman bagaimana? Katanya gratis. Saya cuma harus siapin paspor dan visa. Pas sudah berjalan proses rekrutmen, kami diberi tahu nanti ada yang bantu dana talangan, yang katanya nanti pasti ketutup dengan gaji di Jerman," kata RM kepada detikcom, Rabu (27/3/2024).

RM mengaku berangkat pada 11 Oktober 2023 karena agen menjanjikan sudah ada pekerjaan yang menunggunya di Jerman. Sesampainya di Jerman, dia menganggur karena pihak agensi mengatakan belum ada lowongan pekerjaan yang tersedia.

"Nganggur di hotel itu dari tanggal 11 sampai 30 Oktober. Nah direntang waktu itu berpindah-pindah tempat tinggal, 4 sampai 5 kali antarkota yang jauh. Kadang ditempatin di hotel, kadang di apartemen. Makannya ya pakai apa yang ada, saya bawa mie instan, roti dari Indonesia, bawaan itupun bertahan seminggu. Pernah dijanjikan uang makan 3 Euro per orang, itu juga dikasihnya cuma dua kali," tutur dia.

Agen di Jerman yang menampung RM dan teman-temannya dari Unja adalah Brisk United GmbH. Sementara agen penyalurnya dari Indonesia ke Jerman adalah PT CVGen dan PT SHB.

Dalam rentang waktu tersebut RM dan teman-temannya merasa diterlantarkan dan hanya bisa menunggu informasi dari seorang pria Jerman yang merupakan perwakilan agensi Brisk United GmbH. Lalu pada hari terakhir di Oktober 2023, barulah RM mendapatkan kerja sebagai buruh di perusahaan logistik.

"Kita datang ke kantor Brisk hanya dikasih waktu 30 menit dari tempat tinggal, sampai tergesa-gesa dan hampir telat. Lalu pas sampai, kita langsung disodori kontrak kerja dalam bahasa Jerman dan disuruh cepat-cepat tanda tangan karena alasan harus pindah tempat tinggal lagi. Mau Google Translate (isi kontrak kerja-red) pun nggak bisa karena lama nganggur, uang sudah habis, nggak bisa beli paket internet, nggak ada wifi, nggak ada pilihan lain lagi," ujar dia.

RM mengaku agak lega karena akhirnya bisa bekerja, meski sebagai kuli angkut barang di perusahaan ID Logistic. Upahnya 13 Euro per jam, dan dibayar lewat agensi Brisk United GmbH. RM mengatakan saat itu dia memikirkan bagaimana membayar utang pengurusan paspor, visa, working permit kepada PT SHB sebesar Rp350 Euro dan utang tiket pesawat Jakarta-Jerman pulang-pergi Rp24,8 juta.

"31 Oktober 2023 mulai kerja di ID Logistic, Kota Kaiserslautern sebagai pick tower, bertugas ambil barang dari yang tinggi banget sampai yang rendah, masukkan ke dalam troli, dikirimkan ke lantai 1Liftnya cuma untuk barang, kitanya turun-naik pakai tangga darurat jadi harus pakai full tenaga 100 persen. Kerjanya 8 sampai 10 jam, liburnya dua hari seminggu," ucap RM.

"Sekilas aku dengar upah per jamnya itu 15 Euro. Tapi Brisk kasih kita 13 Euro, padahal kita dikenain biaya akomodasi per hari 20 Euro terhitung sejak kita sampai di Jerman. Pasrah saja, nggak ada pilihan, karena kalau banyak omong nanti khawatir dipecat. Dan kita sering dapat sif sore yang pulangnya tengah malam, mau nggak mau harus keluar uang untuk biaya taksi. Harusnya yang tanggung jawab untuk transportasi Brisk, tapi ini kita keluar uang sendiri," imbuh dia.

RM menuturkan, baru sebulan lebih satu hari, dirinya mendapatkan kabar pemecatan dengan alasan dirinya tak dapat memenuhi target produktivitas. Dia menilai alasan pemecatan pun tidak jelas, karena pihak ID Logistic memuji kinerjanya dan rekan-rekan mahasiswa WNI lainnya.

"28 November kita dikasih surat pemutusan kontrak kerja oleh Brisk, dan saya sudah tidak bisa lagi bekerja di ID Logistic mulai 2 Desember. Awalnya Brisk bilang kita nggak bisa penuhi target kerja. Saat kita bilang alasannya berlawanan dengan pujian ID Logistic ke kita, Brisk ubah alasannya lagi. Akhirnya kita nganggur lagi," cerita RM.

"6 Desember kita ditelepon Brisk, dipaksa tanda tangan dengan iming-iming biar gaji di November akan lebih cepat keluar, tanggal 15 Desember dan bonus-bonus akan keluar sebelum Natal. Akhirnya kita tahu itu pemutusan kontrak kerja dengan Brisk, dan pulang ke Indonesia dengan biaya reschedule tiket ditanggung mereka maksimal 200 Euro, atau tetap stay di Jerman dengan status karyawan, tapi Brisk nggak akan carikan pekerjaan dan kita nggak boleh tinggal di akomodasi Brisk lagi tanggal 10 Desember. Itu kita dikasih waktu berpikir lagi-lagi hanya 30 menit," ungkap dia.

RM menuturkan upah kerjanya periode November tersebut hanya tersisa Rp1 juta, karena langsung dipotong agensi yang menalangi biaya tempat tinggal dan tiket pesawat, transportasi dan makan sehari-hari.

"Pada 8 Desember, Brisk memberi informasi lowongan untuk kerja tanggal 11 Desember di bidang pertanian, via email. Tapi Brisk garisbawahi transportasi dan akomodasi dibebankan ke kami. Pekerjaannya sangat mencurigakan karena di perbatasan Jerman-Denmark, dan kalau bilang di bidang pertanian, saat itu kan musim salju. Akhirnya ada dua perwakilan teman mahasiswa yang ngecek dululah pekerjaannya seperti apa. Yang mengejutkan pertanian tersebut milik keluarga pemilik RAC, Anna, agensi di Jerman yang juga kerja sama dengan PT SHB," jelas RM.

"Karena kayanya kita dikerjain, kita nggak datang ke pertanian itu tanggal 11. Brisk kasih surat peringatan pemutusan kontark kerja karena saya nggak datang tanggal 11. Tanggal 15 Desember kita disuruh tanda tangan lagi kontrak kerja, kerja tanggal 19 Desember di pabrik buah di Hanover. Hari pertama Brisk sediakan transportasi taksi, tapi itu jaraknya jauh banget 2,5 atau 3,5 jam perjalanan. Biaya taksinya pulang-pergi sekitar Rp2 juta, dan itu kita harus ganti dari potong gaji lagi," jelas RM.

RM pun ditempatkan di ruangan dengan suhu sangat dingin, dan diharuskan berdiri selama 11 jam untuk sortir buah. Di hari kedua, RM menyebut Brisk kembali hilang kabar dan tak memberikan fasilitas transportasi sehingga RM dan kawannya berjalan selama 1,5 jam dalam kondisi suhu 4 derajat celcius, hujan, dan kondisi gelap karena di pedalaman, sampai akhirnya sampai stasiun kereta untuk pulang.

"Karena belum diberi gaji, bekal yang kami bawa hari itu hanya roti selembar dan satu kentang. Besoknya kami kembali kerja, dan pulang kerja sudah diancam diusir dari apartemen karena ternyata Brisk tidak talangi apartemen kita hari itu. Di malam yang sama saya dapat pesan kalau pabrik buah itu nggak butuh lagi pekerja. Akhirnya kami dipindahkan ke Frankfurt. Di hari yang sama aku dapat slip gaji, dari total 2.200 Euro atau Rp37 juta, saya cuma dapat Rp7 juta. Kalau dipotong lagi dengan biaya keberangkatan dan lain-lain sisa Rp 1 juta saja," kata RM.

"Tanggal 23 saya dipindahkan lagi di Bremen. Di apartemen tersebut ada tiga kamar, dan masing-masing kamar tanpa kunci, dan kami dicampur dengan warga negara asing laki-laki dan perempuan. Tim saya tersisa tiga orang waktu itu karena sudah terpisah-pisah. Kami nganggur lagi, dan tanggal 27 dan 28 saya dapat pekerjaan lagi tanpa kontrak kerja, disuruh datang ke kantor RAC, dan ketemu lagi sama yang punya lahan pertanian, Anna. Dan kami dinaikkan dalam mobil, nggak tahu mau dibawa ke mana. Ternyata kami dibawa ke apartemen pribadinya Anna" lanjut RM.

Dijadikan Kuli Bangunan

RM mengaku kaget bercampur sedih karena dia dijadikan kuli bangunan untuk merenovasi apartemen bos agensi RAC tersebut. RM pun melakoni pekerjaan mengelupas cat dinding, wallpaper, membongkar lantai kayu, dan membuang material dari lantai tiga ke lantai satu. RM mengaku tanpa digaji untuk pekerjaan terakhirnya di apartemen pribadi milik bos agensi tersebut hingga akhirnya dia pulang kembali ke Indonesia pada 30 Desember karena program masa ferienjob-nya brakhir.

"Sampai di sini dikasih somasi sama agen di sini untuk segera bayar utang saya Rp7 jutaan, ditagihin tiap hari. Tapi sudah dua mingguan ini nggak ditagihin lagi, mungkin karena kasusnya sudah jadi atensi," pungkas dia.*

 

 

 

Sumber: detik.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Peristiwa

Hiace Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, Lima Orang Tewas

Sabtu, 06 Juni 2026 - 22:57:25 WIB

BEDELAU.COM ---Kecelakaan lalu lintas maut terjadi d.

Peristiwa

Gagal Menyalip dari Kiri, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Tergilas Truk Tangki

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:39:33 WIB

BEDELAU.COM --Kecelakaan maut yang merenggut nyawa k.

Peristiwa

Pick up Pengangkut Cairan Infus Terguling di Tol Pekanbaru-Dumai

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:53:11 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah mobil pikap Mitsubishi L30.

Peristiwa

Jeritan Klakson Panjang Berujung Maut! 3 Nyawa Melayang Dalam Kecelakaan Beruntun

Ahad, 10 Mei 2026 - 19:29:23 WIB

BEDELAU.COM --Jembatan Padang Besi, Kota Padang, ber.

Peristiwa

Fakta di Balik Temuan Tuak di UPT Perparkiran: Isu Miring Terpatahkan, Begini Ceritanya!

Sabtu, 02 Mei 2026 - 10:52:15 WIB

PEKANBARU – Beredarnya pemberitaan terkait dugaan aktivitas malam yang melibat.

Peristiwa

Menyalib dari Kiri, Pengemudi Motor Matik Ini Tewas Tergilas Truk Tronton di Jalan Siak II Pekanbaru

Jumat, 01 Mei 2026 - 19:12:21 WIB

BEDELAU.COM --Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ke.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
PETI Kuansing Digerebek Beruntun
07 Juni 2026
Angin Kencang Melanda Desa Api Api, SMPN 1 Banlak Rusak Parah
07 Juni 2026
Demi Viral, Dua Pemuda di Kuansing Diamankan Usai Keliling Kota Pakai Kostum Pocong
07 Juni 2026
Besok Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Jangan Langgar 10 Pelanggaran Ini
07 Juni 2026
Diikuti 15.080 Pelari Se-Indonesia, Riau Bhayangkara Run 2026 Pecahkan Rekor
07 Juni 2026
Pembukaan Pekan Penghijauan, Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Wujudkan Aksi Nyata
06 Juni 2026
Pedagang Menjerit! Kebakaran Besar Sapu Deretan Ruko Pasar Atas Bangkinang
06 Juni 2026
Plt Gubri Minta Pohon Sudah Ditanam di Kawasan Stadion Utama Harus Dirawat
06 Juni 2026
Hiace Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, Lima Orang Tewas
06 Juni 2026
Nunggak Pajak? Warga Pekanbaru Bisa Manfaatkan Program Penghapusan Denda
06 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Subuh Jumat Berkah di Masjid Baitussattar, Dr. Mohammad Naim dari Pakistan Sampaikan Kultum Inspiratif
  • 2 Jalan Rambutan Pekanbaru Mulai Diperbaiki, Agung Nugroho: Dikebut Maksimal
  • 3 Ada Kerusakan, Jembatan Danau Bingkuang Ditutup Sementara
  • 4 Tak Cuma Anak Petani, ASN Juga Bisa Dapat Beasiswa Sawit
  • 5 PT ITA Salurkan Kurban di Siak dan Meranti, Peternak Lokal Ikut Diuntungkan
  • 6 Pelarian Tahanan Rutan Pekanbaru yang Kabur Berakhir di Tempat Masak Rendang Kurban
  • 7 Salat Iduladha 1447 H Bersama Ribuan Warga, Wako Pekanbaru Ajak Perkuat Persaudaraan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved