Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Siap-siap! Cari Informasi di Google Bakal Berbayar
BEDELAU.COM --Google, raksasa teknologi yang identik dengan mesin pencarian online ini tampaknya akan merubah model bisnisnya. Selama ini layanan Google Search dapat diakses gratis, namun nantinya bakal berbayar.
Menurut laporan Financial Times, perusahaan ini sedang menjajaki cara-cara untuk menawarkan fitur-fitur premium bertenaga AI di dalam produk pencarian intinya dengan biaya tertentu.
Berdasarkan laporan tersebut, sumber yang mengetahui rencana Google menunjukkan bahwa fitur pencarian bertenaga AI yang canggih ini dapat menjadi bagian dari layanan langganan Google yang sudah ada seperti Gemini Advanced atau Google One.
Khususnya, laporan tersebut mengindikasikan bahwa tingkat premium Google Search akan terus menyertakan iklan, sementara versi tradisionalnya akan tetap gratis untuk digunakan sebagaimana dilansir dari Android Authority, Sabtu (5/4/2024).
Potensi perombakan ini tampaknya berasal dari kebutuhan Google untuk menyeimbangkan dua prioritas, mengintegrasikan AI canggih ke dalam pengalaman penelusurannya sambil melindungi iklan penelusuran yang menguntungkan yang menjadi tulang punggung keuangannya.
Pendapatan iklan terkait penelusuran yang mencapai USD 175 miliar tahun lalu menggarisbawahi risiko yang harus ditanggung oleh perusahaan. Sementara itu, peningkatan pesat dari ChatGPT milik OpenAI telah mendorong Google ke dalam perlombaan untuk mendominasi AI.
Google mulai menguji layanan pencarian bertenaga AI, yang dikenal sebagai Search Generative Experience (SGE), pada bulan Mei tahun lalu.
SGE menawarkan rangkuman dan tanggapan yang didukung oleh AI terhadap pertanyaan, bersama dengan penyajian tradisional berupa tautan dan iklan.
Pengalaman SGE hanya bersifat opsional hingga saat ini, ketika Google mulai mengujinya sebagai pengalaman default untuk sejumlah pengguna. Namun, perusahaan ini lambat dalam memasukkan fitur SGE ini ke dalam mesin pencari utamanya, kemungkinan besar karena tingginya biaya komputasi yang terkait dengan model AI generatif.
Meskipun SGE menawarkan manfaat potensial bagi pengguna, namun secara bersamaan SGE juga menantang fondasi model bisnis Google saat ini.
Kemampuan AI untuk memberikan jawaban yang komprehensif dapat menyebabkan penurunan klik pengguna pada tautan situs web, sehingga menghasilkan lebih sedikit tayangan iklan dan berpotensi membahayakan aliran pendapatan utama Google.
Laporan tersebut lebih lanjut mengklaim bahwa para insinyur Google telah mengembangkan teknologi ini, tetapi keputusan konklusif dan jadwal peluncurannya masih belum pasti.
Sumber: detik.com
THR ASN Sudah Cair Rp 3,12 Triliun, Target Rampung Pekan Depan
BEDELAU.COM --- Pemerintah mulai menyalurkan tu.
Prabowo Tampung Aspirasi Indonesia Keluar dari Board of Peace
BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto memastikan I.
SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS
JAKARTA,BEDELAU.COM – Serikat Media Siber Indonesi.
Bukan omon omon Bos Kartel Narkoba Meksiko Tewas, Ternyata Jaringannya Sampai ke Indonesia
BEDELAU.COM --Badan Narkotika Nasional (BNN) mengung.
BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadhan 19 Februari 2026, Ini Hasil Analisisnya
BEDELAU.COM --Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasio.








