• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Opini

"Menulis dalam Sunyi, Menerangi dalam Sepi"

Redaksi

Senin, 16 Juni 2025 14:29:34 WIB
Cetak
Oleh: (H.Andi Muhammad Ramadhani,ICMI Orda Indragiri Hilir)

Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang bising oleh unggahan, komentar, dan perdebatan tanpa arah, menulis tetap menjadi suara yang paling sunyi. Namun justru dalam kesunyiannya, ia menjadi jernih, mendalam, dan abadi.

Banyak yang bersuara lantang di media sosial, tapi hanya sedikit yang benar-benar didengar. Kata-kata yang lahir dari emosi sesaat mudah hilang ditelan arus informasi. Namun tulisan yang tumbuh dari keikhlasan, perenungan, dan kepedulian mampu menyentuh kesadaran, bahkan menggerakkan peradaban.

Dalam Islam, wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah Saw bukanlah ajakan untuk berkuasa, bukan pula perintah menaklukkan dunia. Melainkan satu kata yang mengguncang peradaban:
"Iqra'!" , Bacalah!
“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Inilah panggilan pertama langit kepada bumi ajakan untuk mencari ilmu, merenung, memahami, lalu mentransformasi dunia. Dan dari wahyu itulah, umat yang sebelumnya tak dikenal, bangkit menjadi pembawa cahaya bagi seluruh manusia.

Kita mungkin bukan siapa-siapa.Bukan politisi, bukan akademisi, bukan tokoh ternama, bukan pula pemegang kuasa. Kita hanyalah hamba biasa yang menyimpan dan memelihara secuil kepedulian terhadap umat dan negeri. Tapi dari kepedulian itulah, perubahan bisa lahir jika disalurkan dengan jernih, sabar, dan konsisten.

Dalam diam kita menulis. Dalam sunyi kita berpikir. Menulis adalah bentuk dakwah bil hikmah di zaman digital. Ia tidak menggurui, tapi mengajak. Ia tidak memaksa, tapi menggugah. Saat kita menulis tentang keresahan kampung halaman, tentang anak-anak yang makin jauh dari Al-Qur’an, atau tentang ketimpangan sosial yang menyayat hati, sejatinya kita sedang merajut harapan. Kita tidak hanya mengkritik, tapi juga mencintai. Mencintai sesama, mencintai bangsa, dan mencintai nilai-nilai yang diwariskan Rasulullah Saw; keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial.

Sering kali kita merasa kecil. Kita merasa tak punya pengaruh.
Tapi sejarah penuh bukti bahwa perubahan besar kerap lahir dari suara-suara sederhana. Sepucuk surat, secarik catatan, atau bahkan satu paragraf yang tulus bisa menyalakan cahaya di hati seseorang.

Imam Hasan Al-Banna pernah berkata,
"Kewajiban yang paling utama adalah engkau memperbaiki dirimu, hingga menjadi teladan bagi orang lain."
Dan salah satu cara memperbaiki diri adalah dengan menulis: menata pikiran, membersihkan niat, serta menyampaikan kebenaran dengan adab dan kasih.

Hari ini, semua orang punya kesempatan untuk menulis.
Tak perlu menunggu gelar.Tak perlu menunggu panggung. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk berpikir, dan keikhlasan untuk berbagi. Bahkan jika hanya satu jiwa yang tersentuh oleh tulisan kita, itu bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat.

Karena sejatinya, menulis bukan untuk mereka yang punya gelar, pandai dan hebat.
Menulis adalah jalan sunyi  yang dulu dipilih oleh para Nabi, para ulama, dan para penyeru kebaikan.

Dan jalan itu kini terbuka pula untuk kita semua. Siapa pun yang ingin memberi cahaya,walau hanya setitik.
Karena boleh jadi, setitik cahaya itulah yang kelak menjadi saksi di hadapan Nya,bahwa kita pernah mencoba memberi makna pada hidup ini.

Wallahu A‘lam.


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Opini

Di Ambang Batas antara Edukasi dan Eksposisi

Jumat, 14 November 2025 - 19:28:31 WIB

Saya sebenarnya hanyalah seorang guru muda. Jika dibandingkan dengan .

Opini

“Abdul” Tidak Lagi “Wahid”

Selasa, 11 November 2025 - 20:48:31 WIB

“Beliau yang berpantun kini terdiam tidak mampu lagi menuntun, k.

Opini

Ketika Dahan Rapuh Mengira Dirinya Kokoh

Jumat, 07 November 2025 - 19:14:09 WIB

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa telah tumbuh lebih tinggi dari yang lain, padahal.

Opini

Pengaruh Kebijakan Perpajakan Terhadap Peningkatan Pendapatan Negara Di Indonesia

Sabtu, 01 November 2025 - 19:24:08 WIB

Latar Belakang Masalah.

Opini

Bangsa yang Tak Membaca, Bangsa yang Mudah Lupa

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:38:45 WIB

Tanggal 22 Oktober 2025 menjadi hari yang berkesan b.

Opini

KKN: Bukan Sekadar Program Rutinitas, tapi Panggilan Pengabdian

Ahad, 20 Juli 2025 - 20:18:09 WIB

BEDELAU.COM --Ketika para mahasiswa turun langsung k.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional
10 September 2026
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026
Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
09 September 2026
Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
09 September 2026
Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi
08 September 2026
Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing
08 September 2026
Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Sakit Pendidikan Unri
08 September 2026
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
08 September 2026
Pekan Ketiga September 2026 Jembatan Siak I Pekanbaru akan Ditutup
08 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 2 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 3 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
  • 4 Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta
  • 5 Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
  • 6 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina
  • 7 KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved