• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Opini

"Luruskan dan Rapatkan Shaf ; Membangun Kesatuan Umat dari Barisan Shalat"

Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 22:13:36 WIB
Cetak
Oleh: H. Andi Muhammad Ramadhani, Pemerhati Sosial Keagamaan,Anggota ICMI Orda Inhil.

Dalam sebuah hadits yang populer, Rasulullah SAW bersabda:
"Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan dalam riwayat lain, Rasulullah memperingatkan dengan tegas:
"Luruskanlah shaf kalian, atau Allah akan membuat hati-hati kalian berselisih." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Kalimat sederhana “luruskan dan rapatkan shaf” menyimpan makna yang amat dalam. Ia bukan hanya tentang posisi kaki dan bahu saat berdiri dalam ibadah, melainkan isyarat kuat tentang keteraturan, kedisiplinan, kesetaraan, dan persatuan umat dalam kehidupan nyata. Sebuah perintah yang tampak teknis, namun sesungguhnya sangat strategis dalam membentuk karakter dan watak kolektif umat Islam.

Shalat berjamaah bukan hanya ibadah spiritual, tapi juga latihan sosial. Di dalamnya kita belajar tunduk kepada satu imam, mengikuti gerakan dan aturan bersama, bergerak serentak dalam satu waktu, dan berdiri sejajar tanpa membedakan pangkat, usia, jabatan, ataupun status sosial. Tidak ada sekat dalam barisan itu, tidak ada kasta dalam sujud kepada-Nya. Semuanya setara sebagai hamba.

Rasulullah SAW tidak hanya menekankan pentingnya berjamaah, tetapi berjamaah dengan barisan yang lurus dan rapat. Karena jika shalat dilakukan tanpa keteraturan dan kekompakan, maka yang tersisa hanyalah formalitas, bukan ruh persaudaraan yang menjadi kekuatannya. Ketika barisan renggang, hati pun mudah menjauh. Ketika barisan kacau, umat pun gampang tercerai.

Realitas hari ini menunjukkan betapa umat Islam begitu mudah terpecah hanya karena perbedaan pilihan politik, pandangan keagamaan, bahkan karena hal-hal remeh yang diperbesar oleh ego. Kita sering lupa bagaimana seharusnya hidup dalam satu barisan. Semua ingin jadi imam, tapi tak banyak yang siap menjadi makmum yang taat. Padahal dalam shalat, sekali takbir, semua harus bergerak serempak. Tak boleh mendahului, tak boleh pula tertinggal.

Saat berdiri dalam shaf, tidak penting siapa kita di luar masjid. Kita hanya hamba yang berdiri sejajar di hadapan Tuhan yang Maha Adil. Itulah pelajaran mendalam dari shalat berjamaah kesetaraan yang bukan hanya simbolis, tapi benar-benar dijalani. Maka, jika dalam ibadah yang paling dasar saja kita tak mampu merapatkan kaki dan meluruskan bahu, bagaimana mungkin kita berharap bisa menyatukan langkah di medan kehidupan yang jauh lebih kompleks?

Perintah Rasulullah untuk meluruskan dan merapatkan shaf adalah pelajaran besar bahwa persatuan itu perlu dirawat dan dilatih. Ia tidak datang dengan sendirinya, tapi harus dibangun di atas kesadaran, keikhlasan, dan kerendahan hati. Hanya mereka yang bersih dari rasa lebih unggul yang mampu berdiri sejajar dengan saudaranya.

Umat yang terbiasa menjaga shaf-nya dengan lurus dan rapat akan menjadi umat yang kuat. Mereka sulit ditembus oleh fitnah, adu domba, atau bisikan perpecahan. Tapi ketika barisan renggang dan hati saling berjauhan, di situlah jalan setan terbuka lebar. Umat akan mudah dipecah, bahkan oleh hal-hal sepele.

Shalat berjamaah dengan barisan yang lurus dan rapat seharusnya tidak berhenti di ruang masjid. Ia adalah latihan untuk hidup tertib, disiplin, dan siap bersatu dalam perjuangan yang lebih besar. Barisan shalat adalah simbol dari barisan umat. Jika itu bisa dijaga dengan baik, maka umat ini akan lebih mudah melangkah bersama dalam membangun peradaban yang diridhai Allah SWT.

Mari kita mulai dari hal yang paling sederhana: luruskan niat, rapatkan kaki, dan sejajarkan bahu. Jadikan shalat berjamaah sebagai titik tolak untuk membangun kesatuan umat. Karena jika kita belum mampu menyatukan barisan di rumah Allah, jangan harap kita bisa menyatukan kekuatan di luar sana.

"Sesungguhnya Allah 
mencintai orang-orang 
yang berperang di 
jalan-Nya dalam 
barisan yang teratur, 
seakan-akan mereka 
seperti bangunan yang 
kokoh." (QS. 
Ash-Shaff: 4)

Wallahu a’lam


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Opini

Di Ambang Batas antara Edukasi dan Eksposisi

Jumat, 14 November 2025 - 19:28:31 WIB

Saya sebenarnya hanyalah seorang guru muda. Jika dibandingkan dengan .

Opini

“Abdul” Tidak Lagi “Wahid”

Selasa, 11 November 2025 - 20:48:31 WIB

“Beliau yang berpantun kini terdiam tidak mampu lagi menuntun, k.

Opini

Ketika Dahan Rapuh Mengira Dirinya Kokoh

Jumat, 07 November 2025 - 19:14:09 WIB

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa telah tumbuh lebih tinggi dari yang lain, padahal.

Opini

Pengaruh Kebijakan Perpajakan Terhadap Peningkatan Pendapatan Negara Di Indonesia

Sabtu, 01 November 2025 - 19:24:08 WIB

Latar Belakang Masalah.

Opini

Bangsa yang Tak Membaca, Bangsa yang Mudah Lupa

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:38:45 WIB

Tanggal 22 Oktober 2025 menjadi hari yang berkesan b.

Opini

KKN: Bukan Sekadar Program Rutinitas, tapi Panggilan Pengabdian

Ahad, 20 Juli 2025 - 20:18:09 WIB

BEDELAU.COM --Ketika para mahasiswa turun langsung k.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026
Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
09 September 2026
Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
09 September 2026
Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi
08 September 2026
Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing
08 September 2026
Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Sakit Pendidikan Unri
08 September 2026
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
08 September 2026
Pekan Ketiga September 2026 Jembatan Siak I Pekanbaru akan Ditutup
08 September 2026
6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
08 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 2 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 3 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
  • 4 Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta
  • 5 Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
  • 6 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina
  • 7 KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved