• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Opini
  • Inhil

"Kedai Kopi: Secangkir kopi dan Hisab yang Terlupa"

Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 22:01:00 WIB
Cetak
(Oleh: H.Andi Muhammad Ramadhani,Penulis dan Pemerhati Sosial Keagamaan,Anggota ICMI Orda Inhil)

Ada sesuatu yang tenang dalam suara sendok yang beradu dengan cangkir. Asap tipis mengepul dari kopi panas yang baru diseduh, menghangatkan pagi atau membalut senja. Di sudut meja, asap rokok ikut menari, melingkar di udara bersama cerita yang tak tentu arah.
Tawa bersahutan. Gawai menyala. Waktu berjalan pelan-pelan menuju penghabisan.

Di balik wangi kopi dan temaram lampu kedai, sering kali hisab terlupa bahwa setiap detik akan ditanya, setiap kata akan dicatat, dan setiap duduk akan dipertanggungjawabkan.
Di akhir zaman seperti ini, tempat santai bisa jadi pintu celaka, jika lisan tak dijaga dan hati dibiarkan lengah.

Dalam beberapa tahun terakhir, budaya nongkrong di kedai kopi menjadi fenomena yang merebak di tengah masyarakat kita. Dari kota besar hingga pelosok desa, kedai kopi tumbuh bagai jamur di musim hujan. Tempat ini menjadi titik temu berbagai kalangan anak muda, pekerja, bahkan sebagian tokoh masyarakat. Namun, pertanyaannya ; Benarkah semua yang terjadi di kedai kopi adalah hal yang produktif dan positif?
Untuk apa ia duduk,dan apa yang dibicarakannya saat ia duduk?

Hari ini, kedai kopi bukan lagi sekadar tempat menyeruput secangkir kopi panas. Ia telah bertransformasi menjadi ruang pertemuan sosial, tempat curhat tak resmi, diskusi ringan, bahkan kantor dadakan bagi para pekerja lepas. Aroma kopi yang khas, desain interior yang nyaman, dan akses internet yang cepat menjadikan kedai kopi sebagai magnet bagi banyak orang dari berbagai kalangan.

Di sisi manfaat, tak bisa disangkal kedai kopi punya nilai positif.
Ia menjadi wadah mempererat silaturahim, ruang kreatif bagi ide-ide segar, dan tempat bernaung dari kepenatan hidup sehari-hari. Banyak yang memanfaatkannya untuk berdiskusi ilmu, menyelesaikan tugas kuliah, bahkan membicarakan agenda dakwah atau kebaikan sosial.

Namun, di balik segala kelebihan itu, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap sisi mudaratnya. Tidak sedikit yang datang ke kedai kopi hanya untuk menghabiskan waktu tanpa arah. Yang lebih memprihatinkan, obrolan ringan sering kali menjelma menjadi ghibah: membicarakan aib orang lain, mengomentari rumah tangga orang, hingga menyindir mereka yang tak hadir di meja.

Padahal, Rasulullah SAW telah memperingatkan dengan sabda yang sangat jelas ;
"Barangsiapa yang 
beriman kepada Allah 
dan hari akhir, 
hendaklah ia berkata 
baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ghibah bukan perkara sepele. Ia adalah dosa besar. Allah SWT bahkan menggambarkannya dalam Al-Qur’an sebagai perbuatan yang menjijikkan, seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati. (QS. Al-Hujurat: 12).
Maka betapa bahayanya jika tempat yang mestinya membawa manfaat justru menjadi ladang dosa yang terus dipanen setiap harinya.

Abah Guru Sekumpul, ulama besar yang sangat dihormati dan dicintai di Nusantara, pernah mengingatkan dengan tegas:

"Ulun (saya) kada suka lawan 
orang yang tiap hari 
duduk di warung kopi, 
buang-buang waktu, 
banyak pander (bicara)yang 
kada perlu, dan bisa 
membawa kepada 
dosa."

Beliau juga menasihati dengan kalimat yang sangat dalam dan kontekstual bagi kita di akhir zaman:
"Bila handak hidup 
selamat di akhir 
zaman, jangan banyak 
pander (bicara), 
tidak usah banyak keluar 
rumah, kadak (tdak) usah 
kumpul-kumpul yang 
tidak penting, perbanyak haja Sholawat"

Nasihat ini bukan mengajak untuk menjadi antisosial, tapi untuk menjadi pribadi yang cermat menjaga waktu, menjaga lisan, dan menjaga niat. Karena tak sedikit musibah dimulai dari berkumpul tanpa arah dan berbicara tanpa kendali.

Lantas, bagaimana sikap bijaknya?
Bukan berarti kita harus mengharamkan diri dari kedai kopi. Silakan duduk di sana, tapi niatkan untuk kebaikan. Jaga waktu, batasi durasi, dan pilih teman ngobrol yang saling mengingatkan. Dan sebelum lidah mulai berbicara, tanyakan kepada hati:
"Apakah yang akan aku ucapkan ini membawa manfaat, atau justru mencatatkan dosa?"

Kedai kopi, sejatinya, seperti pisau.
Di tangan yang bijak, ia bisa menjadi alat membagi rezeki dan berbagi ide.
Tapi di tangan yang lalai, ia bisa melukai waktu, merusak hati, dan menumpuk dosa.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tahu kapan harus bicara dan tahu kapan harus diam. Tahu tempat, tahu batas, dan tahu tujuan hidup.

"Karena hidup bukan sekadar berapa lama kita duduk,
tetapi ke mana hati kita tertambat saat sedang duduk."

Wallahu A’lam


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Opini

Di Ambang Batas antara Edukasi dan Eksposisi

Jumat, 14 November 2025 - 19:28:31 WIB

Saya sebenarnya hanyalah seorang guru muda. Jika dibandingkan dengan .

Opini

“Abdul” Tidak Lagi “Wahid”

Selasa, 11 November 2025 - 20:48:31 WIB

“Beliau yang berpantun kini terdiam tidak mampu lagi menuntun, k.

Opini

Ketika Dahan Rapuh Mengira Dirinya Kokoh

Jumat, 07 November 2025 - 19:14:09 WIB

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa telah tumbuh lebih tinggi dari yang lain, padahal.

Opini

Pengaruh Kebijakan Perpajakan Terhadap Peningkatan Pendapatan Negara Di Indonesia

Sabtu, 01 November 2025 - 19:24:08 WIB

Latar Belakang Masalah.

Opini

Bangsa yang Tak Membaca, Bangsa yang Mudah Lupa

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:38:45 WIB

Tanggal 22 Oktober 2025 menjadi hari yang berkesan b.

Opini

KKN: Bukan Sekadar Program Rutinitas, tapi Panggilan Pengabdian

Ahad, 20 Juli 2025 - 20:18:09 WIB

BEDELAU.COM --Ketika para mahasiswa turun langsung k.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Disorot Habis-habisan, Baznas Riau Batal Donasi Rp3 Miliar ke Jembatan Presisi: Dana Umat Nyaris Salah Arah?
19 Maret 2026
alur Riau-Sumut Macet Total, Kendaraan Mengular Tanpa Jalur Alternatif
19 Maret 2026
Warga Sudah Bisa Tukar Sampah ke Waste Station Pemko Pekanbaru Jelang Lebaran
19 Maret 2026
Pria Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Ilegal Tenayan Raya
19 Maret 2026
Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Tanggal 21 Maret
19 Maret 2026
Arus Lalu Lintas Pekanbaru-Sumbar Padat, Polisi Pastikan Mudik Tetap Lancar
19 Maret 2026
Sesuai SE Mendagri, Plt Gubri Tiadakan Open House Lebaran
19 Maret 2026
Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Oknum TNI Ditahan, Satu Berpangkat Kapten!
18 Maret 2026
18 Maret Jadi Hari Genting, Arus Mudik Sumatera Meningkat Tajam
18 Maret 2026
Pria di Pekanbaru Tewas Diduga Dibunuh, Pelaku Diburu Polisi
18 Maret 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Belum Sempat Lapor SPT? Kantor Pajak Riau Buka Layanan Sabtu-Minggu
  • 2 Indahnya Kebersamaan, Majelis Taklim RW 22 Tebar Takjil dari Sedekah Warga
  • 3 Bukan omon omon Bos Kartel Narkoba Meksiko Tewas, Ternyata Jaringannya Sampai ke Indonesia
  • 4 Ternyata Ini Pemicu 11 Gajah Mengamuk di Siak: Berjuang Selamatkan Anak
  • 5 Sat Lantas Polres Bengkalis Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan
  • 6 Rem Blong di Jembatan Siak II, Truk Lindas Dua Pengendara Motor
  • 7 Modus Kredit iPhone, Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Tipu Puluhan Warga Rp1,5 Miliar

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved