Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Sadis! Pria di Kampar Tebas Tangan Adik Pakai Parang Gara-Gara Harta Warisan
BEDELAU,COM --Konflik warisan keluarga berubah jadi tragedi berdarah di Kabupaten Kampar, Riau, Seorang pria berinisial SE nekat membacok adik kandungnya sendiri memakai parang hingga mengalami luka berat. Korban berinisial SU kini menjalani perawatan intensif setelah tangan kirinya robek akibat menangkis serangan brutal tersebut.
Peristiwa mengerikan itu terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Tengah saat suasana siang terlihat tenang dan sepi, Minggu, 4 Mei 2026. Warga sekitar mendadak gempar setelah mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban siang itu. Darah terlihat berceceran di sekitar pintu belakang rumah saat korban berlari menyelamatkan diri.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, melalui Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Era Maifo, mengatakan motif penganiayaan dipicu persoalan warisan keluarga. Perselisihan itu disebut sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya meledak menjadi aksi pembacokan berdarah antarsaudara kandung. Polisi kini masih mendalami latar belakang konflik keluarga tersebut.
“Motif pelaku melakukan penganiayaan diduga dipicu persoalan warisan keluarga,” kata Era Maifo, Rabu, 13 Mei 2026. Polisi kemudian bergerak memburu pelaku setelah korban membuat laporan resmi ke Mapolsek Kampar Kiri Hilir. Proses pencarian berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya pelaku berhasil ditemukan oleh aparat kepolisian.
Pelaku SE akhirnya ditangkap pada Selasa, 12 Mei 2026, di rumah kerabat keluarganya di kawasan Kampar. Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim Ipda Eka Putera bersama anggota setelah polisi mengantongi lokasi persembunyian pelaku. Tanpa perlawanan berarti, pelaku langsung diamankan menuju Mapolsek Kampar Kiri Hilir.
“Pelaku diamankan saat berada di rumah kakak sepupunya lalu dibawa menjalani proses hukum,” ujar Era Maifo. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh aksi penganiayaan berat terhadap adik kandungnya tersebut. Polisi juga memastikan senjata tajam digunakan pelaku berupa parang panjang yang dibawa menggunakan sepeda motor.
Kejadian bermula saat korban pulang mencari pakis lalu beristirahat di rumahnya pada Minggu siang tersebut. Kondisi rumah saat itu cukup sepi dan hanya terdengar suara kendaraan melintas sekitar permukiman warga. Korban kemudian mendengar suara sepeda motor berhenti dari arah belakang rumah tempat tinggalnya.
Korban sempat mengira suara kendaraan tersebut berasal dari temannya yang biasa datang berkunjung ke rumah setiap hari. Namun, situasi berubah mencekam saat korban membuka pintu belakang rumah menuju arah suara kendaraan tersebut. Pelaku ternyata sudah berdiri dekat sepeda motor sambil membawa parang di pijakan kendaraan.
“Pelaku langsung mengambil parang lalu mengayunkan ke arah leher korban tanpa bicara apa pun,” terang AKP Era Maifo. Serangan mendadak itu membuat korban refleks menangkis menggunakan tangan kiri untuk melindungi bagian lehernya. Akibatnya, lengan kiri korban mengalami luka robek serius disertai perdarahan cukup hebat.
Korban langsung berteriak histeris sambil berlari keluar rumah mencari bantuan warga sekitar permukiman tersebut pada siang hari. Tangan kiri korban terus mengeluarkan darah saat dirinya berusaha menyelamatkan diri dari amukan pelaku. Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan memberikan pertolongan darurat kepada korban.
Beberapa warga kemudian membawa korban menuju Klinik Trans Husada guna mendapatkan penanganan medis pertama secepat mungkin. Kondisi korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena luka cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif lanjutan. Hingga kini korban masih menjalani proses pemulihan akibat luka bacokan pada bagian tangan kirinya.
Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri sambil membawa parang yang digunakan untuk menyerang korban sebelumnya di lokasi kejadian tersebut. Polisi menyebut pelaku sempat membuang parang ke sungai di kawasan Desa Penghidupan untuk menghilangkan barang bukti. Aparat kini masih melakukan pencarian terhadap senjata tajam tersebut di sekitar lokasi pembuangan.
“Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Era Maifo. Polisi menegaskan pelaku kini telah diamankan bersama sejumlah barang bukti pendukung hasil penyelidikan kasus tersebut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pemicu lain sebelum aksi penganiayaan berdarah terjadi.
“Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan saat ini menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Era Maifo. Kasus pembacokan antarsaudara kandung itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kedua pria tersebut. Warga sekitar berharap konflik keluarga serupa tidak kembali berubah menjadi tragedi berdarah mematikan.
Sumber: SM News.com
Polres Kuansing Tangkap Pelaku Dugaan Pencabulan Bocah yang Kabur ke Siak
BEDELAU.COM --Pelarian pelaku dugaan tindak pidana p.
Operasi Antik Lancang Kuning Menggila, 557 Tersangka Narkoba Digelandang Polisi
BEDELAU,COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .
Siksa Anak Pakai Kayu dan Bata Hingga Tewas, Ibu Tiri di Siak jadi Tersangka
BEDELAU.COM --Teka-teki luka memar di sekujur tubuh .
Tunjukan Bukti Chat, Ortu Terlapor Pencabulan Sebut Hubung Dilakukan Suka Sama Suka
BEDELAU,COM --Kasus dugaan pencabulan terhadap anak .
Ratusan Warga Rantau Kopar, Rohil Geruduk Rumah Terduga Bandar Narkoba dan Polsek
BEDELAU.COM --Ratusan masyarakat termasuk emak-emak .
Markas Penipu Internasional Terbongkar di Batam, Ratusan WNA China dan Vietnam Diciduk
BEDELAU.COM --Batam mendadak panas setelah Imigrasi .








