• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Kampar

Sadis! Pria di Kampar Tebas Tangan Adik Pakai Parang Gara-Gara Harta Warisan

Redaksi

Rabu, 13 Mei 2026 20:09:42 WIB
Cetak
Sadis! Pria di Kampar Tebas Tangan Adik Pakai Parang Gara-Gara Harta Warisan
Ilustrasi dan infografis konflik warisan antarkeluarga di Kampar. Foto: SM News/Created by AI

BEDELAU,COM --Konflik warisan keluarga berubah jadi tragedi berdarah di Kabupaten Kampar, Riau, Seorang pria berinisial SE nekat membacok adik kandungnya sendiri memakai parang hingga mengalami luka berat. Korban berinisial SU kini menjalani perawatan intensif setelah tangan kirinya robek akibat menangkis serangan brutal tersebut.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Kecamatan Kampar Kiri Tengah saat suasana siang terlihat tenang dan sepi, Minggu, 4 Mei 2026. Warga sekitar mendadak gempar setelah mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban siang itu. Darah terlihat berceceran di sekitar pintu belakang rumah saat korban berlari menyelamatkan diri.

Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, melalui Kapolsek Kampar Kiri Hilir, AKP Era Maifo, mengatakan motif penganiayaan dipicu persoalan warisan keluarga. Perselisihan itu disebut sudah berlangsung cukup lama hingga akhirnya meledak menjadi aksi pembacokan berdarah antarsaudara kandung. Polisi kini masih mendalami latar belakang konflik keluarga tersebut.

“Motif pelaku melakukan penganiayaan diduga dipicu persoalan warisan keluarga,” kata Era Maifo, Rabu, 13 Mei 2026. Polisi kemudian bergerak memburu pelaku setelah korban membuat laporan resmi ke Mapolsek Kampar Kiri Hilir. Proses pencarian berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya pelaku berhasil ditemukan oleh aparat kepolisian.

Pelaku SE akhirnya ditangkap pada Selasa, 12 Mei 2026, di rumah kerabat keluarganya di kawasan Kampar. Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim Ipda Eka Putera bersama anggota setelah polisi mengantongi lokasi persembunyian pelaku. Tanpa perlawanan berarti, pelaku langsung diamankan menuju Mapolsek Kampar Kiri Hilir.

“Pelaku diamankan saat berada di rumah kakak sepupunya lalu dibawa menjalani proses hukum,” ujar Era Maifo. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh aksi penganiayaan berat terhadap adik kandungnya tersebut. Polisi juga memastikan senjata tajam digunakan pelaku berupa parang panjang yang dibawa menggunakan sepeda motor.

Kejadian bermula saat korban pulang mencari pakis lalu beristirahat di rumahnya pada Minggu siang tersebut. Kondisi rumah saat itu cukup sepi dan hanya terdengar suara kendaraan melintas sekitar permukiman warga. Korban kemudian mendengar suara sepeda motor berhenti dari arah belakang rumah tempat tinggalnya.

Korban sempat mengira suara kendaraan tersebut berasal dari temannya yang biasa datang berkunjung ke rumah setiap hari. Namun, situasi berubah mencekam saat korban membuka pintu belakang rumah menuju arah suara kendaraan tersebut. Pelaku ternyata sudah berdiri dekat sepeda motor sambil membawa parang di pijakan kendaraan.

“Pelaku langsung mengambil parang lalu mengayunkan ke arah leher korban tanpa bicara apa pun,” terang AKP Era Maifo. Serangan mendadak itu membuat korban refleks menangkis menggunakan tangan kiri untuk melindungi bagian lehernya. Akibatnya, lengan kiri korban mengalami luka robek serius disertai perdarahan cukup hebat.

Korban langsung berteriak histeris sambil berlari keluar rumah mencari bantuan warga sekitar permukiman tersebut pada siang hari. Tangan kiri korban terus mengeluarkan darah saat dirinya berusaha menyelamatkan diri dari amukan pelaku. Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berdatangan memberikan pertolongan darurat kepada korban.

Beberapa warga kemudian membawa korban menuju Klinik Trans Husada guna mendapatkan penanganan medis pertama secepat mungkin. Kondisi korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena luka cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif lanjutan. Hingga kini korban masih menjalani proses pemulihan akibat luka bacokan pada bagian tangan kirinya.

Setelah melakukan pembacokan, pelaku melarikan diri sambil membawa parang yang digunakan untuk menyerang korban sebelumnya di lokasi kejadian tersebut. Polisi menyebut pelaku sempat membuang parang ke sungai di kawasan Desa Penghidupan untuk menghilangkan barang bukti. Aparat kini masih melakukan pencarian terhadap senjata tajam tersebut di sekitar lokasi pembuangan.

“Atas kejadian tersebut, korban membuat laporan agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Era Maifo. Polisi menegaskan pelaku kini telah diamankan bersama sejumlah barang bukti pendukung hasil penyelidikan kasus tersebut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya pemicu lain sebelum aksi penganiayaan berdarah terjadi.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya dan saat ini menjalani proses penyelidikan lebih lanjut,” tutup Era Maifo. Kasus pembacokan antarsaudara kandung itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar kedua pria tersebut. Warga sekitar berharap konflik keluarga serupa tidak kembali berubah menjadi tragedi berdarah mematikan.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru

Kamis, 10 September 2026 - 21:14:07 WIB

BEDELAU.COM --Monumen pesawat tempur F-16 di kawasan.

Hukrim

Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak

Kamis, 10 September 2026 - 20:55:03 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pengasuh di salah satu pondok .

Hukrim

Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit

Kamis, 10 September 2026 - 20:52:23 WIB

BEDELAU.COM --Cekcok antara pembeli dan pedagang kas.

Hukrim

Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti

Selasa, 08 September 2026 - 20:57:56 WIB

BEDELAU.COM --Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Me.

Hukrim

Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu

Jumat, 04 September 2026 - 21:39:57 WIB

BEDELAU.COM --Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangk.

Hukrim

Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta

Jumat, 04 September 2026 - 21:32:57 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial ID diamankan p.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut
11 September 2026
Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus
10 September 2026
Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA
10 September 2026
Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
10 September 2026
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
10 September 2026
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional
10 September 2026
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar
  • 2 Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai
  • 3 Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak
  • 4 Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
  • 5 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 6 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 7 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved