• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Rohul

Serangan Brutal di Kebun Sawit Rohul, 25 Warga Luka dan 28 Orang Masih Hilang

Redaksi

Ahad, 16 Agustus 2026 18:55:02 WIB
Cetak
Serangan Brutal di Kebun Sawit Rohul, 25 Warga Luka dan 28 Orang Masih Hilang

BEDELAU.COM --Puluhan warga mengalami luka-luka setelah diserang sekelompok orang saat berada di sebuah kebun kelapa sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026). Sehari setelah kejadian, sejumlah korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk melaporkan kasus tersebut sekaligus menjalani pemeriksaan.

Sejumlah korban terlihat mengalami luka pada bagian kepala, tangan, kaki, rusuk hingga mata. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan dan menjalani visum.

Salah seorang korban, Gunawan (31), mengatakan penyerangan terjadi ketika dirinya bersama sejumlah pekerja sedang berada di mess setelah membersihkan kebun.

"Tiba-tiba datang gerombolan orang tak dikenal dengan tiga truk colt diesel dan dua mobil double cabin. Mereka berteriak 'serang', jadi kami langsung diserang," ujar Gunawan, Sabtu (15/8/2026).

Gunawan mengaku dipukul menggunakan kayu dan besi. Akibatnya, hidung dan tangannya mengalami luka.

Ia juga mengaku sempat diancam menggunakan senjata api dan kehilangan dua telepon seluler saat kejadian. "Saya juga diancam pakai senjata api, dua ponsel saya dijarah," katanya.

Gunawan mengatakan tidak mengetahui secara pasti motif penyerangan tersebut. Ia menyebut para pekerja hanya berada di lokasi untuk bekerja.

"Katanya lahan warga ini pro-kontra dengan PT Agrinas. Namun setahu saya, lahan itu punya warga, itulah makanya saya kerja di situ," ujarnya.

Korban lainnya, Rizaldi (44), juga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Ia mengatakan kepalanya terkena pukulan, tangannya dihantam balok kayu, sedangkan bagian matanya ditendang.

"Kepala saya bocor dan tangan dihantam pakai balok kayu, mata saya ditendang, saya diseret-seret seperti PKI," ungkap Rizaldi.

Kedua matanya sempat merah dan bengkak. Ia juga mengaku pandangannya sempat kabur setelah kejadian.

Rizaldi mengatakan para korban tidak berani melawan karena kelompok penyerang membawa senjata.

"Kami hanya bisa bilang 'aduh, aduh, ampun, ampun, Pak'. Kalau teriak minta tolong, semakin disiksa kami," katanya.

Menurut Rizaldi, setelah penyerangan, para korban dikumpulkan dan dibawa keluar dari kawasan kebun menggunakan truk.

"Pas lewat depan kantor polisi (Polsek Tambusai Utara) kami teriak minta tolong," ujarnya.

Ia memperkirakan sekitar 25 orang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Sementara sekitar 28 pekerja lainnya disebut masih berada di kawasan kebun dan belum diketahui kondisinya.

"Yang kami pikirkan kawan-kawan di dalam kebun sekitar 28 orang lagi. Belum tahu nasibnya sekarang," katanya.

Dipicu Konflik Pengelolaan Lahan

Juru bicara masyarakat, Abdul Aziz, mengatakan kasus penyerangan tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian.

Ia meminta aparat mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dialami warga dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.

Aziz juga mengatakan pihaknya berencana membawa persoalan tersebut ke Mabes Polri dan DPR RI, termasuk menyurati Presiden.

"Karena warga memang sedang memperjuangkan hak-haknya," kata Aziz.

Menurut Aziz, konflik tersebut berkaitan dengan pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat seluas sekitar 2.000 hektare di Afdeling 19 dan 21.

Azis menyebut terdapat sekitar 1.015 warga yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut.

Aziz menjelaskan, lahan itu sebelumnya dikelola PT Torganda melalui pola kemitraan dengan masyarakat. Dalam prosesnya, masyarakat bergabung dengan Koperasi Karya Bakti yang disebut menjadi mitra perusahaan.

Pada 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan penyitaan terhadap lahan tersebut karena disebut masuk kawasan hutan. Pengelolaan lahan sitaan kemudian diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara.

Aziz menyebut masyarakat kemudian tidak lagi mendapatkan hasil dari perkebunan tersebut. Kondisi itu, menurut dia, mendorong warga berupaya memperjuangkan kembali lahan yang mereka klaim sebagai milik masyarakat.

"Karena sudah tidak dapat apa-apa lagi, itulah makanya warga ingin mengambil kembali lahannya untuk masa depan mereka. Namun, upaya ini memicu bentrokan hingga penyerangan terhadap warga," ujarnya.

Diduga Ada Keterlibatan Agrinas

Aziz menduga terdapat keterlibatan pihak PT Agrinas Palma Nusantara dalam penyerangan tersebut. Namun, hal itu belum terbukti dan masih menjadi bagian dari laporan serta penelusuran aparat penegak hukum.

"Kuat dugaan kami penyerangan itu didalangi oleh Agrinas," kata Aziz.

Ia mengaitkan dugaan tersebut dengan surat yang disebut dikirim kuasa hukum Agrinas kepada Polres Rokan Hulu pada 14 Agustus 2026.

Menurut Aziz, salah satu poin dalam surat tersebut meminta agar pihak Agrinas tidak dipersalahkan apabila terjadi bentrokan di lapangan.

Aziz mempertanyakan dasar pengelolaan lahan tersebut oleh Agrinas setelah lahan diserahkan oleh Satgas PKH.

"Kami ingin tahu dasarnya Agrinas mengatakan itu lahannya apa? Kalau kemudian lantaran pelimpahan dari Satgas PKH, bukan berarti Agrinas langsung bisa seenaknya mengelola lahan itu," ujarnya.

Aziz juga mempertanyakan status kawasan hutan dan legalitas pengelolaan lahan tersebut. Ia meminta seluruh proses penetapan status kawasan maupun penguasaan lahan diperiksa secara terbuka.

"Kalau memang lahan disita karena berada di kawasan hutan, buktikan dulu dong, betul tidak itu kawasan hutan," katanya.

Terkait tudingan tersebut, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum mendapatkan respons.

Polisi Periksa Korban dan Kejar Pelaku

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hasyim Risahondua membenarkan adanya laporan terkait penyerangan tersebut. Menurut Hasyim, perkara tersebut telah dilaporkan ke Polsek Tambusai Utara.

Polisi telah melakukan sejumlah tindakan, termasuk membawa korban untuk menjalani visum, membuat laporan polisi, serta memeriksa para korban.

"Tindakan selanjutnya, memeriksa saksi-saksi, mencari keberadaan pelaku-pelaku dan melengkapi berkas," kata Hasyim, Ahad (16/8/2026).

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta memastikan kronologi dan motif penyerangan.*

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved