Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Kemenkes: BOR di DKI-Kudus Sudah Kritis, Berbahaya!
BEDELAU.COM --Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan tingkat keterisian ruang perawatan atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Corona di DKI Jakarta; Kudus, Jawa Tengah; dan kota-kota tertentu di Jawa Timur kritis. Kemenkes mengatakan kondisi itu berbahaya.
"Secara umum bed occupancy rate di nasional memang belum sampai 50 persen, 40-an persen. Tetapi kota-kota tertentu, termasuk DKI, sudah kritis. Jawa Tengah Kudus dan sekitarnya itu, Jawa Timur sudah mulai kritis untuk kota-kota tertentu. Ini kan berbahaya," kata Plt Dirjen P2P Kemenkes Maxi Rein Rondonuwo dalam dialog di kanal YouTube Kemkominfo, Rabu (23/6/2021).
Maxi mengatakan pemerintah telah memberikan edaran kepada rumah sakit daerah untuk dikonversi menjadi tempat perawatan pasien Corona. Dia juga memaparkan ada rumah sakit swasta yang menerima perawatan pasien Corona.
"Pemerintah menyiapkan instruksi Pak Menteri (Kesehatan) lewat edaran, untuk semua rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, untuk mengkonversi jumlah tempat tidur rumah sakit menjadi 35-40 persen. Terima kasih, memang ada rumah sakit yang menghibahkan, rumah sakit swasta itu 100 persen untuk COVID, itu bagus sekali. Jadi saya kira ini perlu kebersamaan, termasuk swasta, untuk sama-sama menanggulanginya," kata dia.
Guna menghambat laju penularan Corona, Kemenkes mendorong agar program vaksinasi ditingkatkan. Dia juga menyinggung 80 pasien Corona di Wisma Atlet Kemayoran adalah mereka yang belum divaksinasi.
"Jadi percepatan vaksinasi ini juga menjadi salah satu solusi kita menahan laju penyebaran COVID-19 khususnya varian yang baru. Orang yang diimunisasi sedikitnya kalau Pak Arifin (Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet) bisa tambah, yang kami dapatkan laporan 2 minggu yang lalu di Wisma Atlet, itu yang dirawat itu 80-an persen itu yang belum divaksinasi. Yang sudah divaksinasi itu 20-an persen, 60 persen masih dosis pertama. Jadi vaksinasi ini sudah membuktikan bahwa menurunkan angka kesakitan dan angka kematian," kata dia.
sumber: [detik.com]
BERITA LAINNYA +INDEKS
Bupati Asmar Lantik 29 Pejabat Pemkab Meranti, Tekankan Integritas dan Kinerja
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Mer.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Asmar Ajak Pemuda Patriotik, Gigih dan Berempati
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Mer.
Bupati Asmar Siap Hadiri Upacara Hari Santri, Meranti Diusulkan Jadi Tuan Rumah Hari Santri Riau 2027
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Kabupaten Kepulauan .
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Pemerintah Kabupaten.
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
JAKARTA, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Meranti AKBP .
Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Bupati Kepulauan Meranti,.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








