• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Pendidikan
  • Pekanbaru

Di Webinar Pascasarjana Unilak, Kadiskes Riau Tegaskan Pentingnya Prokes

Redaksi

Ahad, 25 Juli 2021 21:33:18 WIB
Cetak
Di Webinar Pascasarjana Unilak, Kadiskes Riau Tegaskan Pentingnya Prokes

BEDELAU.COM --Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menggelar Webinar Nasional mengangkat tema tanggung jawab pemerintah daerah dalam penanganan covid-19 pada masa Pandemi, Sabtu (24/07/2021).

Menghadirkan para pakar dari berbagai bidang, yaitu  Dr. dr. M. Naser, Sp. KK. D. Law ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM, Ketua Komisi Informasi Publik Zulfra Irwan, SE dan sebagai moderator Dr. Ns. Rifa Yanti, S.Kep. M. Biomedis Ketua STIKES Al Insyirah.

Peserta webinar adalah mahasiswa Pascasarjana dari Prodi Magister Hukum dan Magister Manajemen Unilak, turut hadir Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr. Syafrani,  dibuka oleh Rektor Unilak Dr. Junaidi, S.S.M.Hum, dalam sambutannya ia memberikan apresiasi kepada Pascasarjana Unilak atas pelaksanaan webinar dengan mengangkat tema pandemi covid-19.

Disebutkan Rektor webinar ini tentu saja bertujuan saling berdiskusi, berbagi informasi dalam konteks dunia akademik, sehingga para mahasiswa dosen memahami bagaimana penanganan covid-19 baik dari sisi pemerintah, kesehatan dan masyarakat.

"Tentu kita semua berharap pandemi cepat berakhir, banyak kegiatan program telah tertunda, dari diskusi kita dapat melihat peran pemerintah daerah dalam penanganan covid-19, webinar ini sangat menarik, masyarakat perlu diberikan edukasi informasi tentang covid-19. Pemerintah daerah, masyarakat, dan perguruan tinggi perlu kerjsama dalam penanganan covid 19." Ujar Dr. Junaidi.

Di waktu terpisah Direktur Pascasarjana Unilak Prof. Dr. Syafrani yang dihubungi Minggu, 25/07/2021) mengatakan secara prinsip webinar sukses, karena kita mengangkat hal-hal terbaru dan diperbincangkan masyarakat, para narasumber semuanya memang memahami kondisi covid pada saat ini.  "Antusiasme mahasiswa luar biasa, pertanyaan dari peserta sangat mereka butuhkan penyelesaian dan ada juga yang menyarankan/memberi saran.

"Terima kasih kepada Gubernur Riau yang telah berkesempatan memberikan masukan melalui dinas kesehatan, dan Dr. dr. Naser, Komisi informasi,mahasiswa, moderator (Dr. Ns. Rifa Yanti) serta Rektor Unilak ini adalah bagian kemajuan Pascasarjana kedepan, dan tim panitia/ tim IT.

Dalam kesempatan webinar, Gubernur Riau yang diwakili oleh Kadis Kesehatan mengatakan di dalam UUD 1945 telah disebutkan tanggung jawab pemerintah mengenai fasilitas kesehatan, juga ada UU Kesehatan, dan aturan lainnya yang berkaitan dengan penanganan wabah.

Di webinar itu Mimi Nizar menegaskan pentingnya 5M dan menerapkan protokol kesehatan baik pada diri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Dijelaskannya pemerintah memiliki tanggung jawab, yaitu 3T (tracing, testing, treatment). Saat ini Riau khususnya Pekanbaru sudah ditetapkan PPKM level 4 dan kondisi tertinggi. Pelaksanaan 3T bertujuan mempercepat mendeteksi kasus yang ada di masyarakat. Dan dalam hal treatment tanggung jawab pemerintah berperan pentingnya akan ketersediaan obat, ruang perawatan, ruang isolasi, dan ini semua berada di hilir. Dan  pencegahan covid dengan 5M (mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, memakai masker, menghindari makan bersama, menghindari kerumunan,) ini adalah hulunya.

Sementara itu, narasumber kedua adalah Dr. dr. M. Naser. Sp. KK. D. Law yang menjabat sebagai ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia. Dirinya menjabarkan panjang lebar tentang peran pemerintah pusat maupun daerah dalam penanganan wabah.

Diawal webinar dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah Riau yang bagus dalam penanganan pandemi. "Dalam penanganan covid-19, ternyata provinsi Riau sudah sangat maju, saya mengikuti perkembangan hampir semua provinsi, ini sudah bagus, namun kita masih lihat jujur kita evaluasi tingkat kematian yang tinggi, dan ini harus dikendalikan, demikian juga angka ke paparan kasus".

Jika dalam UU Daerah, dalam UU Wabah No. 4 Tahun 1984 itu Pasal 12 jelas mengatakan bahwa Pemda bertanggung jawab atas keselamatan daerahnya dari ancaman. Dan Pasal 11 ayat (1) kalau menemukan orang/penduduk yang penyakit menular harus melapor ke kepala desa/kelurahan. "Ini UU dibuat 1984 sudah menyebutkan peran Pemda".

Sementara Pasal 5 UU Bencana, tanggung jawab dalam bencana itu Pemda dan pemerintah, dan perlu diketahui bencana covid adalah bencana nasional non alam itu dikeluarkan dalam Perpres.

Dijabarkan Dr. dr. M. Naser di dalam UU Pemerintahan  Daerah juga peran daerah dalam bidang kesehatan disebutkan." Jadi kesehatan harus dipenuhi. Jika memang daerah-daerah ingin melakukan tindakan komprehensif, sistematis, tentang kesehatan maka dinas kesehatan harus kuat".

Disebutkannya dalam rangka implementasi penanganan covid-19 yang perlu dilakukan di daerah ada dua upaya, yaitu memutuskan rantai penularan artinya mengurangi kepaparan baru, kalau penularan naik terus, infeksi naik terus artinya belum bisa mengurangi kepaparan.

Yang kedua menekan angka kematian, saya liat di Riau sudah baik, untuk itu perlu meningkatkan 3T, meningkatkan protokol kesehatan, dan yang ketiga memisahkan orang yang sehat dengan tidak sehat tindakan ini adalah sesuatu yang sangat strategis.

Dalam pemaparannya Dr. dr. M. Naser juga menyoroti penegakan hukum. Diceritakannya di Jakarta juga sedang ramai Satpol PP diberi kewenangan penyidik. Saya ingin mengatakan bahwa UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHP Pasal 6 dan Pasal 7 sudah jelas  menyebutkan penyidik itu ada dua, yaitu penyidik Kepolisian dan PPNS (penyidik pegawai negeri sipil) dan di Satpol PP itu ada yang ASN, satpol PP itu bisa jadi penyidik tetapi dengan harus memenuhi syarat.

"Syarat tentu harus PNS, kalau sekarang ASN namannya, kedua mendapatkan pelatihan terlebih dahulu. PPNS mendapatkan sertifikat dari Mabes Polri, dan KEMENKHUMAN, kewenangan itu diberikan oleh negara dan kewenangan ini juga bisa dicabut." Ujar Dr. dr M. Naser.

Untuk narasumber ketiga, yakni ketua Komisi Informasi Riau Zufra Irwan, SE lebih menekankan dalam pengelolaan informasi dan dokumentasi pada OPD di pemerintahan Riau dan kabupaten kota.

"Saya liat tim gugus tugas covid-19 sudah bekerja baik, bekerja maksimal.Kami ingin menata kelola informasi dalam dampak pandemi menjadi informasi yang baik agar tidak muncul informasi hoax kepada petugas, nakes, dll.

Disebutkannya UU Keterbukaan Informasi merubah mainset berpikir dalam menghadapi pandemi. Jika dikaitkan dalam pandemi maka tata kelola informasi publik, maka Dinas Kominfo harus proaktif menjemput bola dalam mengumpulkan menata kelola informasi-informasi dari OPD-OPD dan menyampaikan kepada masyarakat secara terus menerus tidak berhenti, dan ini tidak lagi dibebankan ke dinas kesehatan yang  menata kelola informasi karena dinas kesehatan sudah bekerja keras, sudah fokus soal medis, dampak kesehatan dll.

"Hampir keseluruhan informasi terkait pandemi covid-19 dalam penanganan adalah informasi serta merta, apa itu informasi serta merta ketika menyangkut hajat hidup orang banyak badan publik wajib mengumumkan, tapi itu bukan tugas dinas kesehatan bukan tugas dinas sosial tapi tugas pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) Utama  yang atasannya adalah sekda provinsi atau sekda kab/kota. Dan saya liat di kab/kota belum berjalan maksimal khusus dalam tata pengelolaan informasi publik di 12 kab/kota

Zufra bercerita Pergub No. 17 Tahun 2018 tentang Tata Kelola Informasi Publik di Lingkungan Pemerintah Riau tidak mencantumkan tentang penanganan covid. "Saya kira saat covid akan dirubah namun tidak,  saya menyarankan kepada Dinas Kominfo dalam hal ini PPID utama untuk mengejar dan menyesuaikan perubahan Pergub dalam tata kelola informasi publik agar seluruh informasi publik sifat nya tersentralistik namun bukan untuk dirahasiakan, agar dikelola dengan baik secara akurat, cepat, disampaikan ke masyarakat dengan biaya murah dan terus menerus," pungkasnya.

"Saya memberikan apresiasi kepada Pascasarjana Unilak, tim medis nakes, satgas, dan diskes, dalam kondisi sulit telah bertungkus lumus, teman-teman nakes tetap ikhlas menangani pasien dan masyarakat. " Ujar Zufra.

Pelaksanaan webinar berlangsung lebih dari 4 jam dengan jumlah peserta lebih dari 250 orang, pelaksanaan webinar juga dilakukan sesi dialog dan tanya jawab.


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pendidikan

Disdik Riau Segera Turunkan Tim Pengawas Dalami Kasus Dugaan Pelecehan di Pekanbaru

Kamis, 05 Maret 2026 - 23:04:02 WIB

BEDELAU.COM --Hingga saat ini, Dinas Pendidikan (Dis.

Pendidikan

Beasiswa Sawit 2026 Segera Dibuka

Rabu, 04 Maret 2026 - 21:03:56 WIB

BEDELAU.COM --Kabar gembira bagi siswa dari keluarga.

Pendidikan

Ada Beasiswa dari Pemprov Riau, Tahun Ini Disiapkan Rp62 Miliar

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:14:44 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tel.

Pendidikan

Jangan Salah Pilih Prodi! Ini Gelar Sarjana yang Paling Diburu Perusahaan pada 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:40:50 WIB

BEDELAU.COM --Sarjana di bidang keuangan saat ini me.

Pendidikan

Dosen Pascasarjana Unilak Laksanakan PKM di Malaysia, Bahas Penempatan dan Perlindungan Kerja Migran

Selasa, 04 November 2025 - 11:04:32 WIB

BEDELAU.COM --Tim Dosen Magister Ilmu Hukum Sekolah .

Pendidikan

Olimpiade Fisika ke-XX FKIP UNRI Resmi Berakhir

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:38:55 WIB

BEDELAU.COM --Rangkaian kegiatan Olimpiade Fisika (O.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bukan omon omon Kakek 70 Tahun di Bengkalis Diduga Cabuli 8 Bocah
09 Maret 2026
Arus Mudik-Balik Lebaran: Angkutan Barang Dibatasi di Sejumlah JTTS, Termasuk Tol Permai
09 Maret 2026
Gagal Dapat Adipura, Begini Penjelasan DLHK Pekanbaru
09 Maret 2026
Gegara Knalpot Brong, Pemuda di Inhil Dibacok Tetangga
09 Maret 2026
Rayakan Momen Lebaran Idulfitri, Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen
09 Maret 2026
Kasus Gratifikasi Abdul Wahid Melebar, Ajudan Ikut Jadi Tersangka
09 Maret 2026
Perdana, MPD ICMI Bersama Pemuda ICMI Bengkalis Gelar Silaturahmi Sekaligus Buka Puasa Bersama
09 Maret 2026
Indonesia Didesak Keluar Board Of Peace, Ini Jawaban Kemlu
09 Maret 2026
Siswa di Kuansing Tewas Tertimbun Longsor Bekas Galian PETI
08 Maret 2026
Usai Tabrak Truk Berhenti, Pengendara Motor di Kampar Tewas Terlindas Truk Tangki
08 Maret 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Indahnya Kebersamaan, Majelis Taklim RW 22 Tebar Takjil dari Sedekah Warga
  • 2 Ternyata Ini Pemicu 11 Gajah Mengamuk di Siak: Berjuang Selamatkan Anak
  • 3 Sat Lantas Polres Bengkalis Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan
  • 4 Rem Blong di Jembatan Siak II, Truk Lindas Dua Pengendara Motor
  • 5 Modus Kredit iPhone, Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Tipu Puluhan Warga Rp1,5 Miliar
  • 6 11 Gajah Liar Masuk Perumahan Karyawan PT Arara Abadi di Minas
  • 7 Gerak Cepat Wako Agung, Awal Tahun Jalan Rusak di Pekanbaru Mulai Kembali Diperbaiki

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved